Ekonomi Digital Sumbang Rp999,4 Triliun di 2021, Luhut: Tantangan Jadi Mudah Dilalui
Rabu, 30 Maret 2022 - 14:53 WIB
loading...
Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Digitalisasi menghadirkan peluang yang besar bagi perekonomian Indonesia. Dimana sumbangannya diperkirakan mencapai USD70 miliar pada tahun 2021. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, digitalisasi menghadirkan peluang yang besar bagi perekonomian Indonesia. Hal itu terang dia, terbukti digitalisasi UMKM telah menjadi senjata bagi dunia usaha untuk tetap bertahan di era pandemi Covid-19.
“Digitalisasi menghadirkan peluang yang besar bagi perekonomian Indonesia. Terlebih dari dua tahun kita mengalami pandemi Covid-19, lonjakan virus yang sempat terjadi membuat pemerintah harus melakukan perubahan,” ungkap Menko Luhut dalam sambutannya di Webinar HIPMI Creativeneur secara Virtual, Rabu (30/3/2022).
Baca Juga: Tantangan Digitalisasi Ekonomi
Luhut menilai digitalisasi membuat usaha mampu tetap bertahan melalui pemanfaatan dunia digital, baik pemanfaatan untuk penyediaan layanan, transaksi, maupun pengiriman barang dan jasa.
“Pemanfaatan digitalisasi oleh dunia usaha membuat konsumen beralih menuju kebiasaan baru, dengan terdapat lebih dari 21 juta konsumen digital baru selama pandemi Covid-19,” ujarnya.
“Digitalisasi menghadirkan peluang yang besar bagi perekonomian Indonesia. Terlebih dari dua tahun kita mengalami pandemi Covid-19, lonjakan virus yang sempat terjadi membuat pemerintah harus melakukan perubahan,” ungkap Menko Luhut dalam sambutannya di Webinar HIPMI Creativeneur secara Virtual, Rabu (30/3/2022).
Baca Juga: Tantangan Digitalisasi Ekonomi
Luhut menilai digitalisasi membuat usaha mampu tetap bertahan melalui pemanfaatan dunia digital, baik pemanfaatan untuk penyediaan layanan, transaksi, maupun pengiriman barang dan jasa.
“Pemanfaatan digitalisasi oleh dunia usaha membuat konsumen beralih menuju kebiasaan baru, dengan terdapat lebih dari 21 juta konsumen digital baru selama pandemi Covid-19,” ujarnya.
Lihat Juga :