OJK Sebut Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga
Rabu, 30 Maret 2022 - 21:19 WIB
loading...
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor jasa keuangan tetap stabil dan bertumbuh seiring peningkatan fungsi intermediasi di sektor perbankan dan IKNB serta menguatnya pasar modal.
"Hal tersebut didorong kerja pengaturan dan pengawasan OJK yang solid, serta terkendalinya pandemi sehingga meningkatkan aktivitas sosial ekonomi masyarakat dan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional," kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik Anto Prabowo dalam keterangan resminya, Rabu (30/3/2022).
Baca Juga: Fenomena Crazy Rich, OJK Ingatkan Pentingnya Literasi Keuangan untuk Investasi
Rapat Dewan Komisioner (RDK) mencatat hingga Maret 2022, perkembangan pasar saham Indonesia masih menguat. Sampai dengan 25 Maret 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menguat 1,6 persen mtd dan mencatatkan all time high pada level 7.049,68.
"Penguatan ini didukung oleh net buy nonresiden di pasar saham yang tercatat sebesar Rp5,12 triliun mtd. Sementara itu di pasar SBN, outflow nonresiden mencatatkan peningkatan sebesar Rp36,65 triliun sehingga turut mendorong peningkatan rerata yield 19,8 bps," ungkapnya.
"Hal tersebut didorong kerja pengaturan dan pengawasan OJK yang solid, serta terkendalinya pandemi sehingga meningkatkan aktivitas sosial ekonomi masyarakat dan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional," kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik Anto Prabowo dalam keterangan resminya, Rabu (30/3/2022).
Baca Juga: Fenomena Crazy Rich, OJK Ingatkan Pentingnya Literasi Keuangan untuk Investasi
Rapat Dewan Komisioner (RDK) mencatat hingga Maret 2022, perkembangan pasar saham Indonesia masih menguat. Sampai dengan 25 Maret 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menguat 1,6 persen mtd dan mencatatkan all time high pada level 7.049,68.
"Penguatan ini didukung oleh net buy nonresiden di pasar saham yang tercatat sebesar Rp5,12 triliun mtd. Sementara itu di pasar SBN, outflow nonresiden mencatatkan peningkatan sebesar Rp36,65 triliun sehingga turut mendorong peningkatan rerata yield 19,8 bps," ungkapnya.
Lihat Juga :