Bulog Pastikan Stok Beras dan Gula Pasir di Sulsel Aman Selama Ramadhan
Jum'at, 01 April 2022 - 09:06 WIB
loading...
A
A
A
Lanjut Bakhtiar, Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah/beras petani karena saat ini sudah memasuki musim panen. Hal itu diproyeksi akan berlanjut hingga bulan Mei dan Juni mendatang.
Selain beras, komoditas pangan lainnya yang juga mengalami lonjakan permintaan selama Ramadhan adalah gula pasir.
"Komiditi lain misalnya gula, stok kita juga kurang lebih ada 100 ribuan (ton) dan secara bertahap akan masuk kurang lebih hampir 300 ribu ton," urainya.
Khusus untuk memenuhi kebutuhan daging, Bulog juga telah mengambil langkah strategis berupa penambahan stok. "
“Inshaallah saya pastikan untuk bulan puasa dan Idulfitri aman terkait komoditi beras, termasuk juga daging secara bertahap akan kita datangkan untuk mengantisipasi kalau nanti mungkin permintaan yang cukup signifikan terkait, seperti hari raya,” jelas Bakhtiar.
Menurut dia, konsumsi pangan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri mengalami peningkatkan di kisaran 10 sampai 20 persen dibandingkan dengan hari biasa. " Tetapi menurut saya itu masih batas normal karena masih masa pandemi daya beli juga masih terbatas sehingga masih level normal lah,” tuturnya.
Selain beras, komoditas pangan lainnya yang juga mengalami lonjakan permintaan selama Ramadhan adalah gula pasir.
"Komiditi lain misalnya gula, stok kita juga kurang lebih ada 100 ribuan (ton) dan secara bertahap akan masuk kurang lebih hampir 300 ribu ton," urainya.
Khusus untuk memenuhi kebutuhan daging, Bulog juga telah mengambil langkah strategis berupa penambahan stok. "
“Inshaallah saya pastikan untuk bulan puasa dan Idulfitri aman terkait komoditi beras, termasuk juga daging secara bertahap akan kita datangkan untuk mengantisipasi kalau nanti mungkin permintaan yang cukup signifikan terkait, seperti hari raya,” jelas Bakhtiar.
Menurut dia, konsumsi pangan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri mengalami peningkatkan di kisaran 10 sampai 20 persen dibandingkan dengan hari biasa. " Tetapi menurut saya itu masih batas normal karena masih masa pandemi daya beli juga masih terbatas sehingga masih level normal lah,” tuturnya.
Lihat Juga :