Harga Pertamax di Sulawesi Naik Jadi 12.750 Per Liter Mulai Hari Ini
Jum'at, 01 April 2022 - 13:11 WIB
loading...
Khusus di Sulawesi, harga BBM Non Subsidi Gasoline RON 92 Pertamax naik menjadi Rp 12.750 per liter mulai 1 April 2022. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Harga Pertamax di sejumlah wilayah di Indonesia resmi naik hari ini, Jumat (1/4/2022). Khusus di Sulawesi, harga BBM Non Subsidi Gasoline RON 92 itu naik menjadi Rp 12.750 per liter dari harga sebelumnya Rp 9.200 per liter.
Naiknya harga Pertamax dipengaruhi oleh harga minyak dunia yang melambung tinggi di atas 100 dollar AS per barel, lalu berdampak pada harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) yang tercatat 114,55 dollar AS pada 24 Maret 2022 lalu.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali menjelaskan, Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen dalam penyediaan dan penyaluran BBM kepada masyarakat.
Baca Juga: Pertamax Naik Jadi Rp12.500 per Liter, Segini Harga Pertalite Terbaru
Sehingga di tengah kondisi ketidakpastian supply and demand energi, penyesuaian harga BBM menjadi tak terelakkan. Karenanya, penyesuaian harga kali ini dilakukan secara selektif, hanya berlaku untuk BBM Non Subsidi yang konsumsinya 14 persen secara nasional.
Sebelumnya Pertamina juga telah menyesuaikan harga Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex yang total konsumsinya hanya 3 persen.
"Pertamina selalu mempertimbangkan daya beli masyarakat, harga Pertamax ini tetap lebih kompetitif di pasar atau dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU lainnya. Ini pun baru dilakukan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, sejak tahun 2019," jelas Laode.
Penyesuaian harga ini dinilai masih jauh di bawah nilai keekonomiannya. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agung Pribadi dalam keterangan tertulisnya.
Kata dia, dengan mempertimbangkan harga minyak bulan Maret 2022 yang jauh lebih tinggi dibanding Februari 2022, maka harga keekonomian atau batas atas BBM umum RON 92 bulan April 2022 akan lebih tinggi lagi dari Rp14.526 per liter, bisa jadi sekitar Rp16.000 per liter.
Dengan demikian, penyesuaian harga Pertamax menjadi Rp12.750 per liter ini masih lebih rendah Rp3.250 dari nilai keekonomiannya. "Ini kita lakukan agar tidak terlalu memberatkan masyarakat," ujar Laode.
Baca Juga: Di Hadapan DPR, Pertamina Minta Dukungan untuk Naikkan Harga Pertamax
Dengan harga baru Pertamax, Pertamina berharap masyarakat tetap memilih BBM Non Subsidi yang lebih berkualitas sesuai spesifikasi kendaraan.
"Harga baru masih terjangkau khususnya untuk pemilik kendaraan dengan mesin terkini yang tergolong kategori mampu. Kami juga mengajak masyarakat lebih hemat dengan menggunakan BBM sesuai kebutuhan," pungkas Laode.
Naiknya harga Pertamax dipengaruhi oleh harga minyak dunia yang melambung tinggi di atas 100 dollar AS per barel, lalu berdampak pada harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) yang tercatat 114,55 dollar AS pada 24 Maret 2022 lalu.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali menjelaskan, Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen dalam penyediaan dan penyaluran BBM kepada masyarakat.
Baca Juga: Pertamax Naik Jadi Rp12.500 per Liter, Segini Harga Pertalite Terbaru
Sehingga di tengah kondisi ketidakpastian supply and demand energi, penyesuaian harga BBM menjadi tak terelakkan. Karenanya, penyesuaian harga kali ini dilakukan secara selektif, hanya berlaku untuk BBM Non Subsidi yang konsumsinya 14 persen secara nasional.
Sebelumnya Pertamina juga telah menyesuaikan harga Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex yang total konsumsinya hanya 3 persen.
"Pertamina selalu mempertimbangkan daya beli masyarakat, harga Pertamax ini tetap lebih kompetitif di pasar atau dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU lainnya. Ini pun baru dilakukan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, sejak tahun 2019," jelas Laode.
Penyesuaian harga ini dinilai masih jauh di bawah nilai keekonomiannya. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agung Pribadi dalam keterangan tertulisnya.
Kata dia, dengan mempertimbangkan harga minyak bulan Maret 2022 yang jauh lebih tinggi dibanding Februari 2022, maka harga keekonomian atau batas atas BBM umum RON 92 bulan April 2022 akan lebih tinggi lagi dari Rp14.526 per liter, bisa jadi sekitar Rp16.000 per liter.
Dengan demikian, penyesuaian harga Pertamax menjadi Rp12.750 per liter ini masih lebih rendah Rp3.250 dari nilai keekonomiannya. "Ini kita lakukan agar tidak terlalu memberatkan masyarakat," ujar Laode.
Baca Juga: Di Hadapan DPR, Pertamina Minta Dukungan untuk Naikkan Harga Pertamax
Dengan harga baru Pertamax, Pertamina berharap masyarakat tetap memilih BBM Non Subsidi yang lebih berkualitas sesuai spesifikasi kendaraan.
"Harga baru masih terjangkau khususnya untuk pemilik kendaraan dengan mesin terkini yang tergolong kategori mampu. Kami juga mengajak masyarakat lebih hemat dengan menggunakan BBM sesuai kebutuhan," pungkas Laode.
(agn)
Lihat Juga :