Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Masih di Bawah Harga Keekonomian

Jum'at, 01 April 2022 - 20:44 WIB
loading...
Kenaikan Harga Pertamax...
Kenaikan harga Pertamax dinilai masih jauh dari harga keekonomian. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga yang menaikkan harga BBM Non Subsidi Pertamax, masih di bawah harga keekonomian. Menurut Mamit, jika mengikuti acuan harga minyak dunia saat ini, harga keekonomian Pertamax yang merupakan BBM dengan RON 92 itu bisa mencapai harga Rp15.000 – Rp 16.000 per liter.

Dalam hal ini Pertamina Patra Niaga masih mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat, sehingga harga BBM Pertamax RON 92 Non Subsidi hanya dinaikkan dari Rp9.000 per liter menjadi Rp12.500 - 12.750 per liter saja.

"Saya sangat mengapresiasi langkah Pertamina dengan kenaikan harga Pertamax dimana masih di bawah keekonomian sehingga sebenarnya Pertamina masih merugi meskipun adanya kenaikan harga Pertamax seperti saat ini," ujar Mamit dalam siaran tertulisnya, Jumat (01/04/2022).

Baca Juga: Pertamax Naik Jadi Rp12.500 per Liter, Segini Harga Pertalite Terbaru

Dengan jumlah kenaikan itu, kata Mamit, diyakini olehnya tidak akan memicu terjadinya migrasi dari pengguna Pertamax menjadi pengguna Pertalite.

"Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, kenaikan jangan sampai menyentuh faktor psikologis konsumen, dimana angkanya adalah di atas Rp15.000 per liter. Dengan kenaikan menjadi Rp12.500 per liter, saya kira tidak akan mendorong migrasi secara besar-besaran ke pertalite. Hal ini dikarenakan pengguna pertamax ini segmented, golongan menengah ke atas yang paham akan pentingnya serta manfaat dari menggunakan bahan bakar dengan ron tinggi," ungkap Mamit.

Tak hanya itu, lanjut Mamit, dengan angka kenaikan yang menjadi Rp12.500 per liter, menurutnya SPBU Pertamina masih lebih kompetitif ketimbang SPBU swasta.
Diketahui, SPBU Swasta seperti Shell, BP dan Vivo telah menaikkan harga jual BBM RON 92 sejak awal tahun lalu. Sementara Pertamina, sejak 3 tahun terakhir belum sekalipun merevisi harga Pertamax.

"Kenaikan ini juga masih bersaing dan lebih murah dibandingkan dengan SPBU swasta dan harganya juga sebenarnya swasta sudah berada di angka tersebut," tuturnya.

Pertamina Patra Niaga, kata Mamit, tidak perlu khawatir terjadi migrasi pengguna Pertamax ke Pertalite.

"Migrasi ke Pertalite saya perkirakan diantara 20-25 persen saja, itupun akan terjadi di awal-awal kenaikan. Setelah itu, akan ada perubahan kembali pola konsumsi dengan kembali menggunakan Pertamax," tuturnya.

Baca Juga: Tak Naikan Harga Pertalite, Bukti Pemerintah Berpihak kepada Rakyat Kecil

Mamit menjelaskan bahwa akan terjadi perbedaan yang cukup signifikan untuk mesin kendaraan saat beralih dari Pertamax ke Pertalite. Yang paling terasa adalah performa mesin menjadi menurun, konsumsi bahan bakar menjadi lebih banyak dan jarak tempuh menjadi berkurang. Selain itu, biaya perawatan mesin akan meningkat jika dibandingkan dengan menggunakan Pertamax.

"Pengalaman saya, mesin mobil jadi “ngelitik” wakt saya coba menggunakan Pertalite sehingga mobil tidak bisa lari maksimal. Selain itu, jadi lebih sering isi BBM jika dibandingkan dengan menggunakan Pertamax. Akhirnya, saya melihat biaya yang dikeluarkan lebih banyak juga saat menggunakan Pertalite," pungkasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Rekomendasi
Inilah Doa dan Cara...
Inilah Doa dan Cara Mengusap Anak Yatim di Hari Asyura
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Berita Terkini
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved