Plafon KUR Naik Jadi Angin Segar di Tengah Masalah Klasik UMKM Soal Pembiayaam

Sabtu, 02 April 2022 - 17:32 WIB
loading...
Plafon KUR Naik Jadi Angin Segar di Tengah Masalah Klasik UMKM Soal Pembiayaam
Kebijakan menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2022 bagi pembiayaan UMKM dengan fasilitas subsidi bunga dinilai jadi langkah tepat menggerakkan roda perekonomian. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kebijakanmenaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2022 bagi pembiayaan Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro ( UMKM ) dengan fasilitas subsidi bunga dinilai jadi langkah tepat menggerakkan roda perekonomian.

"Kebijakan peningkatan plafon KUR bagi para pelaku UMKM yang ditetapkan pemerintah melalui Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) merupakan langkah yang tepat dan harus kita dukung bersama. Apalagi UMKM adalah salah satu mesin penggerak roda pertumbuhan perekonomian nasional," ujar Sekretaris Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI), Arip Nurahman dalam keterangannya.

Baca Juga: Jadi Pilar Ekonomi, Menko Airlangga Luncurkan Buku Pembiayaan UMKM

Ia mengatakan, kebijakan kenaikan plafon tanpa jaminan ini penting, karena salah satu permasalahan klasik yang sering timbul di UMKM khususnya pada situasi pandemi adalah masalah pembiayaan .

Untuk itu, dengan jumlah alokasi bantuan yang meningkat dengan bunga pinjaman saat ini yang sudah turun dan di subsidi pemerintah, diharapkan dapat dioptimalkan oleh para pelaku usaha.

"Para pelaku UMKM sangat terbantu dengan kebijakan KUR ini. Terlebih saat ini semua orang termasuk pelaku usaha sedang terkena dampak akibat pandemi Covid-19," jelasnya.

Apalagi kelompok milenial yang ingin berusaha sendiri mendapat kesempatan menggunakan KUR ini ujar Arip. "Inilah salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka dengan mudah. Dukungan ini juga tentu saja membantu dapat memperlincah gerak UMKM dalam mengakses pasar global yang penuh tantangan," pungkas Arip.

Sebelumnya dalam beberapa kesempatan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah terus mendorong pembiayaan, seperti KUR bagi pelaku UMKM. Ia menyampaikan secara total pemerintah menyediakan dana KUR hingga Rp373 triliun selama 2022.

Dengan alokasi yang besar itu, ia berharap makin banyak pelaku UMKM yang mendapat akses pembiayaan program KUR. Sebelumnya pada tahun 2021 plafon KUR sebesar Rp285 triliun

“Pemerintah memberikan Kredit Usaha Rakyat dengan bunga tiga persen per tahun hingga akhir tahun ini. Besarnya KUR bisa kurang dari Rp10 juta, atau Rp10-100 juta rupiah tanpa jaminan, dan yang selanjutnya adalah Rp100-500 juta rupiah,” kata Airlangga di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis malam (24/3/2022).

UMKM, kata Airlangga, berperan besar bagi perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap 97 persen total tenaga kerja nasional.

“Pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung UMKM agar semakin tangguh dan naik kelas. Komitmen tersebut dapat dilihat melalui berbagai pelatihan, pembiayaan, hingga regulasi Pemerintah yang berpihak ke UMKM,” jelas Airlangga.

Dalam keterangan resminya, Airlangga juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia guna mendorong peningkatan usaha para pelaku UMKM. "Pemerintah senantiasa mendorong para pelaku UMKM untuk bergabung ke platform digital melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” kata Airlangga, Minggu (27/3/2022).

Hingga akhir 2020, tercatat sebanyak 11,7 juta UMKM beralih ke bisnis daring dan diharapkan pada 2030 mendatang jumlah UMKM yang go digital akan mencapai 30 juta usaha.

Baca Juga: Pemerintah Tingkatkan Akses Pembiayaan KUR bagi UMKM

Sebagai informasi pada awal tahun 2022, plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) Nasional naik sebesar Rp 373,17 triliun dengan subsidi bunga 3% hingga bulan Juni mendatang. Nilai kredit tersebut naik 30,9% dari plafon tahun 2021 lalu yaitu sebesar Rp 285 triliun.

Sejumlah bank pelat merah pun turut meningkatkan target penyaluran KUR di 2022. Termasuk di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menargetkan penyaluran KUR senilai Rp 195 triliun pada 2022 atau setara 93,02% dari realisasi November 2021 sebesar Rp 181,39 triliun.

Sementara alokasi KUR PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga meningkat hingga Rp 38 triliun atau naik 22,7% dari alokasi tahun lalu sebesar Rp 30,95 triliun.

(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1461 seconds (10.55#12.26)