Mentan Syahrul Yasin Limpo Jamin Ketersediaan 12 Pangan Dasar selama Ramadan
Sabtu, 02 April 2022 - 21:08 WIB
loading...
Mentan SYL melakukan pengecekan ketersediaan 12 pangan dasar di Pasar Terong dan Pasar Pabaeng-baeng Kota Makassar guna memastikan stok selama Ramadan hingga Idul Fitri, Sabtu (2/4/2022).
A
A
A
MAKASSAR - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), turun langsung melakukan pengecekan ketersediaan 12 pangan dasar di Pasar Terong dan Pasar Pa'baeng-baeng Kota Makassar guna memastikan stok dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri, Sabtu (2/4/2022).
Duabelas pangan dasar itu antara lain beras, bawang merah, bawang putih, cabe merah keriting, cabe rawit merah, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, termasuk minyak goreng.
"Saya turun mengecek ketersediaan 12 pangan dasar yang produksinya dibawah Kementrian Pertanian, dan hasilnya ketersediaannya cukup. Sebenarnya termasuk minyak goreng," kata Mentan SYL, usai sidak.
Khusus minyak goreng, kata SYL, berdasarkan peninjauan di dua pasar itu, terlihat distribusi minyak goreng yang belum lancar. Karena itu, ia melakukan komunikasi melalui telpon langsung dengan Menteri Perindustrian, untuk memberikan attensi.
"Di agen ada, di pengecer ada. Tapi yang ditaruh di depan-depan itu hanya sedikit, jadi terkesan sedikit. Padahal menurut pedagangnya ada. Tapi terkesan sedikit dan terkondisi seperti itu. Saya masuk ke agen awalnya juga, ada tetapi suplainya tidak maksimal. Saya telpon distributor utama yang ada disini, dan saya sudah minta supaya mereka coba konsentrasi," tuturnya.
Duabelas pangan dasar itu antara lain beras, bawang merah, bawang putih, cabe merah keriting, cabe rawit merah, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, termasuk minyak goreng.
"Saya turun mengecek ketersediaan 12 pangan dasar yang produksinya dibawah Kementrian Pertanian, dan hasilnya ketersediaannya cukup. Sebenarnya termasuk minyak goreng," kata Mentan SYL, usai sidak.
Khusus minyak goreng, kata SYL, berdasarkan peninjauan di dua pasar itu, terlihat distribusi minyak goreng yang belum lancar. Karena itu, ia melakukan komunikasi melalui telpon langsung dengan Menteri Perindustrian, untuk memberikan attensi.
"Di agen ada, di pengecer ada. Tapi yang ditaruh di depan-depan itu hanya sedikit, jadi terkesan sedikit. Padahal menurut pedagangnya ada. Tapi terkesan sedikit dan terkondisi seperti itu. Saya masuk ke agen awalnya juga, ada tetapi suplainya tidak maksimal. Saya telpon distributor utama yang ada disini, dan saya sudah minta supaya mereka coba konsentrasi," tuturnya.
Lihat Juga :