Satu Dekade BUMN Pupuk: Sukses Lakukan Transformasi Bisnis
Minggu, 03 April 2022 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Melalui sentralisasi ini juga pelayanan terhadap pelanggan menjadi lebih baik karena bisa dilakukan satu pintu. Pelanggan cukup menghubungi Pupuk Indonesia, sudah bisa mendapatkan layanan dan produk yang disediakan oleh seluruh anak perusahaan.
“Selain itu juga memudahkan strategi branding dan promosi produk,” tambah Bakir.
Beberapa tantangan untuk tahun 2022 antara lain Retail & Distributor Excellence, peningkatan penjualan retail melalui benefit & loyalty program. Selanjutnya, launching 1.000 kios komersil dengan program #PupukIndonesiaAda, untuk memastikan ketersediaan pupuk non-subsidi bagi petani.
Secara umum, kinerja Pupuk Indonesia Grup di tahun 2021 dapat dikatakan cukup memuaskan. Total produksi, baik pupuk maupun nonpupuk, total mencapai 19,52 juta ton, atau 100,7% dari RKAP. Produksi ini dibarengi juga dengan tingkat efisiensi yang baik, karena consumption rate untuk urea sebesar 27,45 MMBTU/ton dan untuk amoniak sebesar 35,51 MMBTUN/ton. Keduanya 99% dari RKAP. Total penjualan, baik pupuk maupun non pupuk, mencapai 14,19 juta ton atau 100,8% dari RKAP.
“Kami juga sudah menyalurkan 7,92 juta ton pupuk bersubsidi di tahun 2021”, kata Bakir.
Lebih lanjut Bakir menjelaskan bahwa proses transformasi yang dilakukan Pupuk Indonesia telah menunjukan hasil yang nyata, karena terjadi EBITDA uplift sampai sebesar Rp1,03 triliun. Faktor yang berperan dalam EBITDA uplift ini antara lain meningkatnya penjualan sektor retail, baik melalui Retail Management maupun Program Makmur. Kemudian dari proses Inbound dan Outbound Supply Chain sebagai hasil dari pengadaan bersama, sentralisasi pemasaran, dan juga dari hasil optimalisasi asset.
“Selain itu juga memudahkan strategi branding dan promosi produk,” tambah Bakir.
Beberapa tantangan untuk tahun 2022 antara lain Retail & Distributor Excellence, peningkatan penjualan retail melalui benefit & loyalty program. Selanjutnya, launching 1.000 kios komersil dengan program #PupukIndonesiaAda, untuk memastikan ketersediaan pupuk non-subsidi bagi petani.
Secara umum, kinerja Pupuk Indonesia Grup di tahun 2021 dapat dikatakan cukup memuaskan. Total produksi, baik pupuk maupun nonpupuk, total mencapai 19,52 juta ton, atau 100,7% dari RKAP. Produksi ini dibarengi juga dengan tingkat efisiensi yang baik, karena consumption rate untuk urea sebesar 27,45 MMBTU/ton dan untuk amoniak sebesar 35,51 MMBTUN/ton. Keduanya 99% dari RKAP. Total penjualan, baik pupuk maupun non pupuk, mencapai 14,19 juta ton atau 100,8% dari RKAP.
“Kami juga sudah menyalurkan 7,92 juta ton pupuk bersubsidi di tahun 2021”, kata Bakir.
Lebih lanjut Bakir menjelaskan bahwa proses transformasi yang dilakukan Pupuk Indonesia telah menunjukan hasil yang nyata, karena terjadi EBITDA uplift sampai sebesar Rp1,03 triliun. Faktor yang berperan dalam EBITDA uplift ini antara lain meningkatnya penjualan sektor retail, baik melalui Retail Management maupun Program Makmur. Kemudian dari proses Inbound dan Outbound Supply Chain sebagai hasil dari pengadaan bersama, sentralisasi pemasaran, dan juga dari hasil optimalisasi asset.
Lihat Juga :