Penumpang KRL Boleh Berbuka Puasa di dalam Kereta, Ini Aturannya
Senin, 04 April 2022 - 11:00 WIB
loading...
Petugas mengingatkan penumpang untuk menjaga jarak saat duduk di KRL Commuter Line, Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/3/2022). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww
A
A
A
JAKARTA - Memasuki bulan Ramadhan, PT Kereta Api Commuter Indonesia (PT KCI) mengizinkan penumpang KRL untuk berbuka puasa di dalam kereta.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, KAI Commuter memberlakukan aturan khusus kepada pengguna KRL saat waktu buka puasa di dalam perjalanan KRL.
“Selama bulan Ramadan, petugas di dalam perjalanan KRL akan menginformasikan waktu untuk bisa berbuka puasa di dalam kereta,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (4/4/2022).
Baca juga: Cara Gunakan Wi-Fi Gratis Kecepatan 1.000 Mbps di Stasiun KRL Commuter Line
Dia melanjutkan, KAI Commuter memperbolehkan para pengguna untuk membatalkan puasanya hingga satu jam setelah waktu berbuka puasa saat berada di dalam perjalanan KRL.
Lebih lanjut, Anne menegaskan bahwa KAI Commuter juga tetap memberlakukan protokol kesehatan dalam pelayanan perjalanan KRL dengan pemberlakuan kapasitas kuota pengguna sebanyak 60% sesuai aturan pemerintah.
“Terkait prokes dan penyekatan di stasiun, pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak aman sesama pengguna saat duduk di dalam KRL maupun saat berdiri, wajib menggunakan masker sesuai ketentuan juga masih diberlakukan di bulan puasa ini,” urainya.
Baca juga: Tips Mudah Berburu Tiket Kereta Api Mudik Lebaran, Catat!
KAI Commuter mengajak para pengguna saat berbuka puasa tetap disiplin menjaga protokol kesehatan serta menjaga kebersihan dan keyamanan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Jadi setelah berbuka maka, gunakan kembali masker dengan benar setelah selesai berbuka puasa. Kami imbau saat membatalkan puasa dengan minuman dan makanan ringan secukupnya,” tuturnya.
“Petugas tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat khususnya saat waktu berbuka puasa di dalam perjalanan KRL,” imbuh dia.
Dengan begitu, KAI Commuter mengajak para pengguna KRL untuk senantiasa menjalankan protokol kesehatan yang berlaku agar perjalanan kita bisa lebih aman, sehat, dan nyaman.
“Hindari pemberangkatan di jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Informasi kepadatan di stasiun, posisi real time kereta, dan jadwal kereta pengguna dapat melihat melalui aplikasi KRL Access,” pungkas Anne.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, KAI Commuter memberlakukan aturan khusus kepada pengguna KRL saat waktu buka puasa di dalam perjalanan KRL.
“Selama bulan Ramadan, petugas di dalam perjalanan KRL akan menginformasikan waktu untuk bisa berbuka puasa di dalam kereta,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (4/4/2022).
Baca juga: Cara Gunakan Wi-Fi Gratis Kecepatan 1.000 Mbps di Stasiun KRL Commuter Line
Dia melanjutkan, KAI Commuter memperbolehkan para pengguna untuk membatalkan puasanya hingga satu jam setelah waktu berbuka puasa saat berada di dalam perjalanan KRL.
Lebih lanjut, Anne menegaskan bahwa KAI Commuter juga tetap memberlakukan protokol kesehatan dalam pelayanan perjalanan KRL dengan pemberlakuan kapasitas kuota pengguna sebanyak 60% sesuai aturan pemerintah.
“Terkait prokes dan penyekatan di stasiun, pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak aman sesama pengguna saat duduk di dalam KRL maupun saat berdiri, wajib menggunakan masker sesuai ketentuan juga masih diberlakukan di bulan puasa ini,” urainya.
Baca juga: Tips Mudah Berburu Tiket Kereta Api Mudik Lebaran, Catat!
KAI Commuter mengajak para pengguna saat berbuka puasa tetap disiplin menjaga protokol kesehatan serta menjaga kebersihan dan keyamanan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Jadi setelah berbuka maka, gunakan kembali masker dengan benar setelah selesai berbuka puasa. Kami imbau saat membatalkan puasa dengan minuman dan makanan ringan secukupnya,” tuturnya.
“Petugas tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat khususnya saat waktu berbuka puasa di dalam perjalanan KRL,” imbuh dia.
Dengan begitu, KAI Commuter mengajak para pengguna KRL untuk senantiasa menjalankan protokol kesehatan yang berlaku agar perjalanan kita bisa lebih aman, sehat, dan nyaman.
“Hindari pemberangkatan di jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Informasi kepadatan di stasiun, posisi real time kereta, dan jadwal kereta pengguna dapat melihat melalui aplikasi KRL Access,” pungkas Anne.
(ind)
Lihat Juga :