Bersama Terapkan Bisnis Berkelanjutan di Industri Kehutanan dan Pertanian
Jum'at, 08 April 2022 - 06:22 WIB
loading...
A
A
A
Setelah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional, para pengusaha di sektor kehutanan menunggu aturan turunannya.
"Kita tunggu regulasi di bawahnya, peraturan-peraturan menterinya, sehingga nanti program-program penurunan emisi dari sektor-sektor non-pemerintah, salah satunya kehutanan, semakin jelas," kata dia.
Managing Director, PT Triputra Agro Persada (TAP) Group, Sutedjo Halim mengatakan, perusahaannya komitmen menjalankan bisnis secara berkelanjutan dengan benar serta bisa diuji dan diakui secara nasional maupun internasional.
Kata dia, TAP Group menekankan penyerapan karbon dari kawasan dengan nilai konservasi tinggi (high conservation value/HCV) dan kawasan stok karbon tinggi (high carbon stock/HCS). TAP Group juga membangun biodiesel di Kalimantan Timur.
"Dua pekan lalu kami mendapatkan anugerah penghargaan sebagai konservasi tertinggi 2022," kata Sutedjo.
Ia berharap, capaian baik berkaitan dengan keberlanjutan yang diperoleh perusahaannya, dapat dicontoh oleh perusahaan pengebun lainnya. Sebab, kata dia, berkebun bukan saja memikirkan hasil untuk diri sendiri, namun juga untuk masa depan, khususnya untuk lingkungan di sekitar.
Sutedjo mengungkapkan, perusahaannya memilki peta jalan kenetralan karbon yang digelar dan dijalankan sejak tiga tahun terakhir. Peta jalan tersebut didorong melalui Desa Makmur Peduli Api.
PT TAP Group memberikan penghargaan bagi desa-desa hingga pemangku kepentingan untuk tidak membakar hutan. "Kita juga memberikan kompensasi untuk perkembangan perekonomian di sekitar lahan perusahaan," kata dia.
"Kita tunggu regulasi di bawahnya, peraturan-peraturan menterinya, sehingga nanti program-program penurunan emisi dari sektor-sektor non-pemerintah, salah satunya kehutanan, semakin jelas," kata dia.
Managing Director, PT Triputra Agro Persada (TAP) Group, Sutedjo Halim mengatakan, perusahaannya komitmen menjalankan bisnis secara berkelanjutan dengan benar serta bisa diuji dan diakui secara nasional maupun internasional.
Kata dia, TAP Group menekankan penyerapan karbon dari kawasan dengan nilai konservasi tinggi (high conservation value/HCV) dan kawasan stok karbon tinggi (high carbon stock/HCS). TAP Group juga membangun biodiesel di Kalimantan Timur.
"Dua pekan lalu kami mendapatkan anugerah penghargaan sebagai konservasi tertinggi 2022," kata Sutedjo.
Ia berharap, capaian baik berkaitan dengan keberlanjutan yang diperoleh perusahaannya, dapat dicontoh oleh perusahaan pengebun lainnya. Sebab, kata dia, berkebun bukan saja memikirkan hasil untuk diri sendiri, namun juga untuk masa depan, khususnya untuk lingkungan di sekitar.
Sutedjo mengungkapkan, perusahaannya memilki peta jalan kenetralan karbon yang digelar dan dijalankan sejak tiga tahun terakhir. Peta jalan tersebut didorong melalui Desa Makmur Peduli Api.
PT TAP Group memberikan penghargaan bagi desa-desa hingga pemangku kepentingan untuk tidak membakar hutan. "Kita juga memberikan kompensasi untuk perkembangan perekonomian di sekitar lahan perusahaan," kata dia.
Lihat Juga :