Dukung Ketersedian Pangan, Mahasiswa Unhas Terjun Langsung Tanam Kedelai

Senin, 11 April 2022 - 17:50 WIB
loading...
Dukung Ketersedian Pangan,...
Penanaman kedelai penting dilakukan mengingat selama ini Indonesia masih mendatangkan kedelai dari luar negeri dalam jumlah yang cukup besar.
A A A
MAKASSAR - Komunitas Mahasiswa Bertani (KMB) dari Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar mendukung upaya pemerintah dalam memenuhi ketersediaan bahan pokok selama bulan puasa dan lebaran mendatang. Utamanya komoditas beras, cabai, bawang, daging dan juga kedelai.

"Kita mendukung Program-program pemerintah, dalam hal ini program yang diselenggarakan Kementerian Pertanian. Apalagi mengenai kebutuhan bahan pokok," ujar Arham, Ketua KMB Unhas, Senin, (11/4/2022).

Arham menjelaskan dukungan tersebut salah satunya adalah melakukan penanaman dan panen raya kedelai di lahan milik kampus Unhas melalui Demonstrasi Farming (Demfarm) Moncongloe. Lahan tersebut meruapakan lahan penanaman berbagai komoditas yang mencapai luasan 16,7 hektare.

Menurut Arham, penanaman kedelai penting dilakukan mengingat selama ini Indonesia masih mendatangkan kedelai dari luar negeri dalam jumlah yang cukup besar. Di sisi lain, kedelai merupakan komoditas utama sebagai bahan baku pembuatan tempe dan tahu. Apalagi saat ini harga kedelai di pasar internasional terbilang cukup bagus, yakni berada di kisaran Rp 10 ribu perkilogram.

"Menurut saya sektor pertanian sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik, apalagi untuk komoditas kedelai yang saat ini harganya sudah stabil dibanding sebelumnya, ditambah lagi pemilihan varietas sesuai iklim suatu daerah harus dipertimbangkan. Ayo menanam kedelai," katanya.

Sebagai informaai, komunitas mahasiswa bertani saat ini genap berumur 1 tahun dengan jumlah anggota mencapai 100 orang lebih. Kegiatan komunitas ini meliputi pemantauan varietas unggul, melakukan penanaman dan berbagai aktivitas pertanian lainya.

"Sekali lagi kami dukung kementan dalam memenuhi ketersediaan bahan pokok," katanya.

Dekan Fakultas pertanian Unhas, Salengke mengatakan bahwa sektor pertanian akan semakin berkembang karena dukungan SDM muda yang terus bergerak serta perhatian besar pemerintah terhadap kemajuan pertanian Indonesia.

"Pertanian ke depannya akan semakin berkembang karena selain sebagai kebutuhan pangan juga akan digunakan untuk kebutuhan energi. Karena itu ketahanan pangan kita harus dibangun sendiri, kita tidak bisa lagi bergantung pada negara lain, apa yang kita lakukan di sini adalah awal yang baik," ujarnya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengapresiasi dukungan mahasiswa terhadap pembangunan pertanian Indonesia. Menurutnya, sektor pertanian saat ini sudah dilengkapi dengan teknologi dan mekanisasi yang jauh lebih maju, mandiri dan modern. Karena itu Kuntoro berharap, dukungan semacam ini bisa dilakukan juga di Kampus-kampus lainya di seluruh Indonesia.

"Tentu kami berharap ada banyak mahasiswa lain yang juga turun langsung dalam proses pembangunan pertanian Indonesia untuk meningkatkan produksi dan menguatkan ketersediaan pangan kita," katanya.

Sebagai informasi tambahan, Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP (Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian) telah membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengikuti berbagai pelatihan pertanian yang dilakukan secara virtual maupun offline. Pelatihan ini berhasil menjaring jutaan anak muda untuk menerima bekal ilmu usaha. CM
(srf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ada Ancaman Godzilla...
Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?
Hampir 100.000 Hektare...
Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana RehabilitasiĀ Disiapkan Rp148,53 M
Mentan Amran Geram,...
Mentan Amran Geram, 133,5 Ton Bawang Bombay Berpenyakit Diselundupkan ke RI
Mentan Cabut 2.300 Izin...
Mentan Cabut 2.300 Izin Distributor Pupuk Nakal, Pecat 192 Pegawai Kementan
Ditjen Hortikultura...
Ditjen Hortikultura dan Ewindo Perluas Peran Masyarakat Kota dalam Ketahanan Pangan
Dukung Swasembada Pangan,...
Dukung Swasembada Pangan, BRIN Jadi Dapur Riset Sinergi dengan Kementan dan Kemdiktisaintek
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Rekomendasi
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Berita Terkini
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved