PLTM Madong Tingkatkan Penggunaan Energi Hijau di Sulsel
Senin, 11 April 2022 - 22:25 WIB
loading...
PLTM Madong dengan kapasitas 2x5 MW telah beroperasi pada Maret 2022 guna memperkuat sistem kelistrikan PLN di Sulawesi Bagian Selatan. Foto: Dok PLN UIW Sulselrabar
A
A
A
MAKASSAR - Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Madong dengan kapasitas 2x5 Mega Watt (MW) telah beroperasi pada Maret 2022 guna memperkuat sistem kelistrikan PLN di Sulawesi Bagian Selatan.
Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) yang terletak di Desa Ma'dong, Kecamatan Dende' Piangan Napa, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulsel tersebut akan berperan dalam menambah bauran EBT sistem kelistrikan PLN di Sulawesi Bagian Selatan menjadi 38,8% dan meningkatkan rasio elektrifikasi
Baca Juga: Penjualan Listrik PLN UIW Sulselrabar Tumbuh 5,38 Persen
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UIW), Awaluddin Hafid, menyebutkan hadirnya PLTM Ma'dong dapat melistriki Industri skala menengah serta 10.000 rumah tangga dengan daya 900 Volt Ampere (VA).
"Saat ini rasio elektrifikasi di Provinsi Sulawesi Selatan adalah 99,78%, dengan beroperasinya PLTM Madong kami optimis Rasio Elektrifikasi di Sulawesi Selatan terkhusus Kabupaten Toraja Utara dapat meningkat," ungkap Awaluddin.
"Sebagai salah satu syarat ekspor, PLN berkomitmen untuk mendukung perkembangan penggunaan listrik hijau untuk meningkatkan gairah perkembangan industri," tambah Awaluddin.
PLTM Madong merupakan pembangkit yang dibangun dan dioperasikan oleh produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) PT Nagata Dinamika Hidro Madong dan masuk dalam pengawasan PLN UIW Sulselrabar. Pembangkit EBT tersebut akan menggunakan debit Sungai Maiting di Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Saddang dengan luas 185 km².
Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) yang terletak di Desa Ma'dong, Kecamatan Dende' Piangan Napa, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulsel tersebut akan berperan dalam menambah bauran EBT sistem kelistrikan PLN di Sulawesi Bagian Selatan menjadi 38,8% dan meningkatkan rasio elektrifikasi
Baca Juga: Penjualan Listrik PLN UIW Sulselrabar Tumbuh 5,38 Persen
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UIW), Awaluddin Hafid, menyebutkan hadirnya PLTM Ma'dong dapat melistriki Industri skala menengah serta 10.000 rumah tangga dengan daya 900 Volt Ampere (VA).
"Saat ini rasio elektrifikasi di Provinsi Sulawesi Selatan adalah 99,78%, dengan beroperasinya PLTM Madong kami optimis Rasio Elektrifikasi di Sulawesi Selatan terkhusus Kabupaten Toraja Utara dapat meningkat," ungkap Awaluddin.
"Sebagai salah satu syarat ekspor, PLN berkomitmen untuk mendukung perkembangan penggunaan listrik hijau untuk meningkatkan gairah perkembangan industri," tambah Awaluddin.
PLTM Madong merupakan pembangkit yang dibangun dan dioperasikan oleh produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) PT Nagata Dinamika Hidro Madong dan masuk dalam pengawasan PLN UIW Sulselrabar. Pembangkit EBT tersebut akan menggunakan debit Sungai Maiting di Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Saddang dengan luas 185 km².
Lihat Juga :