Erick Thohir Target BUMN Tidak Pakai APBN Lima Tahun Lagi
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:38 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan, perusahaan negara tidak perlu pendanaan yang berasal dari APBN dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan, perusahaan negara tidak perlu pendanaan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Dirinya juga ingin seluruh perusahaan memberikan kontribusi pada negara.
“Kita membangun sistem transparan untuk kita bisa memastikan lima tahun lagi BUMN berubah. Salah satunya, kita tidak mau ada APBN lagi ke depan. Tapi kita 1% dari dividen. Seluruh Kementerian BUMN akan memastikan untuk dividen,” katanya dalam diskusi virtual, Kamis (18/6/2020).
(Baca Juga: Erick Rombak 9 BUMN dalam Sepekan, Ini Rinciannya )
Nantinya, lanjut Erick, untuk menjalankan operasional BUMN akan menggunakan satu persen dari dividen sebuah perusahaan. Atas dasar itu Ia menginginkan semua BUMN fokus ke bisnis intinya. Jika hal tersebut terlaksana, dia optimis keinginannya agar BUMN tak lagi dapat APBN bisa terwujud.
Erick mengatakan, pihaknya akan mengedepankan sistem yang transparan dalam menjalani roda perusahaan. Nantinya, diharapkan seluruh BUMN dapat terbebas dari alokasi APBN. "Ke depannya kita akan lebih sehat dan devidennya kembali normal," katanya.
“Kita membangun sistem transparan untuk kita bisa memastikan lima tahun lagi BUMN berubah. Salah satunya, kita tidak mau ada APBN lagi ke depan. Tapi kita 1% dari dividen. Seluruh Kementerian BUMN akan memastikan untuk dividen,” katanya dalam diskusi virtual, Kamis (18/6/2020).
(Baca Juga: Erick Rombak 9 BUMN dalam Sepekan, Ini Rinciannya )
Nantinya, lanjut Erick, untuk menjalankan operasional BUMN akan menggunakan satu persen dari dividen sebuah perusahaan. Atas dasar itu Ia menginginkan semua BUMN fokus ke bisnis intinya. Jika hal tersebut terlaksana, dia optimis keinginannya agar BUMN tak lagi dapat APBN bisa terwujud.
Erick mengatakan, pihaknya akan mengedepankan sistem yang transparan dalam menjalani roda perusahaan. Nantinya, diharapkan seluruh BUMN dapat terbebas dari alokasi APBN. "Ke depannya kita akan lebih sehat dan devidennya kembali normal," katanya.
Lihat Juga :