DEN: Tindak Tegas Pelaku Penyelewengan Solar Subsidi

Rabu, 13 April 2022 - 13:35 WIB
loading...
DEN: Tindak Tegas Pelaku...
Pengawasan ketat dan sanksi tegas harus diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk solar. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Tingginya disparitas harga solar bersubsidi dan nonsubsidi meningkatkan potensi terjadinya penyelewengan. Betapa tidak, harga solar bersubsidi saat ini hanya Rp5.150 per liter, terpaut sekitar Rp8.000 dengan harga solar nonsubsidi yang harganya berkisar Rp12.950-Rp13.550 per liter.

Terkait dengan itu, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan, penindakan tegas terhadap pihak yang menyelewengkan atau menyalahgunakan solar bersubsidi menjadi prioritas.

Baca Juga: Antrean Solar Bersubsidi Masih Terjadi, Ini Penyebabnya

Menurut Djoko potensi jebolnya kuota solar bersubsidi harus diantisipasi melalui peningkatan pengawasan, termasuk sanksi berat terhadap pelaku penyalahgunaan. Terlebih ketentuan mengenai siapa yang berhak membeli solar subsidi sudah jelas.

"Namun selisih harga yang besar membuat penyalahgunaan kerap terjadi. Semua elemen masyarakat juga harus ikut mencegah agar tidak terjadi penyalahgunaan," kata Djoko dalam diskusi dengan media secara virtual, Selasa (12/4/2022).

Menurut dia, untuk mencegah penyalahgunaan solar bersubsidi, Pertamina dengan sistem SPBU yang sudah digital seharusnya bisa dilakukan. Dengan sistem itu menurutnya akan ketahuan jika ada kendaraan yang dimodifikasi untuk menimbun solar subsidi. "Kalau ada truk misalnya isi 700 liter, itu ketahuan (tidak normal)," ujarnya.

Baca Juga: Tangan Mati Rusia, Senjata yang Tembakkan 30 Nuklir Sekaligus Mampu Lenyapkan Barat

Djoko menambahkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya juga pernah menginisiasi sistem monitoring pengendalian BBM dengan Radio Frequency Identification (RFID). Sayangnya, setelah terpasang hampir di 250 ribu kendaraan, program tersebut dihentikan.

Penyalahgunaan solar bersubsidi disinyalir menjadi faktor utama jebolnya kuota solar bersubsidi yang tahun ini ditetapkan sebesar 14,09 juta kiloliter (KL) khusus untuk sektor ritel. Pertamina memperkirakan hingga akhir 2022, konsumsi solar bersubsidi akan mencapai 16 juta KL.

Djoko menegaskan, untuk menekan penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk solar, yang dibutuhkan adalah pengawasan ketat. Pencegahan penyelewengan solar bersubsidi juga akan membantu pemerintah dan Pertamina yang harus menanggung tambahan beban subsidi.

(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Kelangkaan Solar dan...
Kelangkaan Solar dan Asam Sulfat Meluas, Ancam Industri Tambang Global
Harga BBM Tetangga Tembus...
Harga BBM Tetangga Tembus Rp30 Ribu! DEN Minta Warga Tak Panik: Stok RI di Atas 20 Hari
Eropa Terancam Kelangkaan...
Eropa Terancam Kelangkaan BBM Bulan Depan! Peringatan Keras Efek Perang AS-Israel vs Iran
Indonesia Dibayangi...
Indonesia Dibayangi Krisis Energi, Bahlil Memohon kepada Oknum Penimbun BBM
Legislator PDIP Minta...
Legislator PDIP Minta Truk Pupuk Diprioritaskan di Tengah Kelangkaan Solar
Pembelian Pertalite...
Pembelian Pertalite Dibatasi Rp50 Ribu di Palangka Raya, Pemkot Terbitkan Aturan Baru
Polda NTT Ungkap 27...
Polda NTT Ungkap 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 2 Oknum Polisi Jadi Tersangka
Rekomendasi
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
Berita Terkini
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Infografis
Tegas! Turki Putuskan...
Tegas! Turki Putuskan Seluruh Hubungan dengan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved