Bulog Telah Salurkan 3,3 Juta Paket Sembako Bantuan Pemerintah
Jum'at, 19 Juni 2020 - 00:41 WIB
loading...
A
A
A
Di samping itu, dibutuhkan juga tenaga buruh lepas harian sebanyak 110 orang untuk tahap pertama, dan jumlah yang sama untuk tahap kedua. Asumsi rata-rata paket terkirim perhari sebanyak 80.970 paket di tahap pertama, dan sebanyak 135.616 paket pada tahap kedua. Sedangkan total gudang yang digunakan 16 gudang dengan rincian 2 gudang utama dan 14 gudang pendukung.
Data-data itu pun membantah simpang siur informasi yang menyebutkan bahwa bantuan sosial tersebut tidak tepat sasaran, serta menepis kabar beras raskin yang dipergunakan untuk bantuan. Bulog pun menjamin bahwa beras bantuan dari pemerintah yang disalurkan untuk masyarakat di kawasan Jabodetabek telah melalui tahap quality control yang sangat ketat, seperti warna, bau, kutu dan lainnya.
"Itu sangat detail diperhatikan langsung oleh Direktur Operasional Bulog selaku penanggung jawabnya. Bahkan pernah ada kasus 50 ton beras di-reject setelah tidak lolos proses QC Bulog karena memang tidak layak untuk diberikan. Jadi memang bukan sembarang beras seperti yang ramai diberitakan sebelumnya, seperti beras raskin yang dibagikan. Jadi benar-benar beras premium bukan medium," terang Tri Wahyudi.
Sementara itu, setelah dua tahap dilalui, ke depan Bulog akan terus mengevaluasi kinerjanya agar terus menjadi lebih baik lagi. Apalagi Presiden sudah mengumumkan bahwa Bansos ini akan terus dijalankan hingga akhir 2020 nanti.
Data-data itu pun membantah simpang siur informasi yang menyebutkan bahwa bantuan sosial tersebut tidak tepat sasaran, serta menepis kabar beras raskin yang dipergunakan untuk bantuan. Bulog pun menjamin bahwa beras bantuan dari pemerintah yang disalurkan untuk masyarakat di kawasan Jabodetabek telah melalui tahap quality control yang sangat ketat, seperti warna, bau, kutu dan lainnya.
"Itu sangat detail diperhatikan langsung oleh Direktur Operasional Bulog selaku penanggung jawabnya. Bahkan pernah ada kasus 50 ton beras di-reject setelah tidak lolos proses QC Bulog karena memang tidak layak untuk diberikan. Jadi memang bukan sembarang beras seperti yang ramai diberitakan sebelumnya, seperti beras raskin yang dibagikan. Jadi benar-benar beras premium bukan medium," terang Tri Wahyudi.
Sementara itu, setelah dua tahap dilalui, ke depan Bulog akan terus mengevaluasi kinerjanya agar terus menjadi lebih baik lagi. Apalagi Presiden sudah mengumumkan bahwa Bansos ini akan terus dijalankan hingga akhir 2020 nanti.
(akr)
Lihat Juga :