Pos Indonesia Salurkan STB untuk Rumah Tangga Miskin
Selasa, 19 April 2022 - 21:49 WIB
loading...
A
A
A
Adapun pendistribusian STB kepada rumah tangga miskin oleh Pos Indonesia tersebut meliputi verifikasi dan validasi penerima bantuan, pengiriman, penyerahan, dan instalasi perangkat STB.
(Baca juga:Perluas Market Internasional, Pos Indonesia Luncurkan Pos Migran Indonesia)
Dalam pendistribusian STB, Pos Indonesia juga memastikan penerima bantuan memenuhi kriteria melalui proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan. Kriteria yang dimaksud, yaitu kesesuaian dokumen KTP dan KK dengan penerima bantuan saat pendistribusian STB, memiliki pesawat televisi analog, memastikan STB diterima oleh penerima bantuan yang telah memenuhi kriteria, serta memastikan STB telah tersambung dan diinstalasi pada televisi penerima bantuan.
Dalam proses penyaluran STB kepada rumah tangga miskin dilakukan oleh petugas pengantar dari Pos Indonesia. Salah satunya, William Mairering. Dia merupakan pegawai Kantor Pos Sorong, Papua.
“Saya sehari mengirim 100-200 STB, sekaligus membantu pemasangan. Saya kadang menemui kendala pengantaran di daerah yang tidak terjangkau kendaraan sehingga harus berjalan kaki, proses pencarian alamat juga ada yang tidak sesuai dengan data,” kata William.
(Baca juga:Serang Indonesia, Hacker Pakai Nama Pos Indonesia)
(Baca juga:Perluas Market Internasional, Pos Indonesia Luncurkan Pos Migran Indonesia)
Dalam pendistribusian STB, Pos Indonesia juga memastikan penerima bantuan memenuhi kriteria melalui proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan. Kriteria yang dimaksud, yaitu kesesuaian dokumen KTP dan KK dengan penerima bantuan saat pendistribusian STB, memiliki pesawat televisi analog, memastikan STB diterima oleh penerima bantuan yang telah memenuhi kriteria, serta memastikan STB telah tersambung dan diinstalasi pada televisi penerima bantuan.
Dalam proses penyaluran STB kepada rumah tangga miskin dilakukan oleh petugas pengantar dari Pos Indonesia. Salah satunya, William Mairering. Dia merupakan pegawai Kantor Pos Sorong, Papua.
“Saya sehari mengirim 100-200 STB, sekaligus membantu pemasangan. Saya kadang menemui kendala pengantaran di daerah yang tidak terjangkau kendaraan sehingga harus berjalan kaki, proses pencarian alamat juga ada yang tidak sesuai dengan data,” kata William.
(Baca juga:Serang Indonesia, Hacker Pakai Nama Pos Indonesia)
Lihat Juga :