Tancap Gas! Mudik Lebaran Lewat Pantura Bebas Contraflow
Rabu, 20 April 2022 - 11:34 WIB
loading...
Tidak ada rekayasa lalu lintas balik arah atau contraflow bagi pemudik yang melalui jalan nasional di sepanjang Pantai Utara. FOTO/dok.PUPR
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan jalur perkerasan beton di Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, telah rampung. Dengan demikian, tidak ada rekayasa lalu lintas balik arah atau contraflow bagi pemudik yang melalui jalan nasional di sepanjang Pantai Utara (Pantura).
"Jalan ini sudah bisa dilalui kendaraan dan tidak ada contraflow saat Lebaran mendatang guna menghindari kemacetan," ujar Kepala BBPJN Jawa Timur-Bali Kementerian PUPR Achmad Subki melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/4/2022).
Lihat Juga: Perbaikan Jalur Pantura di Tegal
Sebelumnya ada rencana diterapkan contraflow untuk mengurai kemacetan yang terjadi ruas jalan batas kabupaten Lamongan-Batas Kota Gresik. Namun jalan tersebut sudah bisa dibuka untuk menunjang mobilitas mudik lebaran 2022.
Pembukaan arus lalu lintas dilakukan pada satu jalur perkerasan rigid jalan Pantura Gresik-Lamongan, tepatnya pada Km 33+600 sampai dengan 35+172 dengan panjang sekitar 1,5 km. "Perkerasan rigid ini dapat dibuka lebih cepat berkat dukungan pimpinan BBPJN Jatim-Bali dan kerja sama tim yang kompak, khususnya PPK 4.5 Provinsi Jawa Timur," kata Subki.
"Jalan ini sudah bisa dilalui kendaraan dan tidak ada contraflow saat Lebaran mendatang guna menghindari kemacetan," ujar Kepala BBPJN Jawa Timur-Bali Kementerian PUPR Achmad Subki melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/4/2022).
Lihat Juga: Perbaikan Jalur Pantura di Tegal
Sebelumnya ada rencana diterapkan contraflow untuk mengurai kemacetan yang terjadi ruas jalan batas kabupaten Lamongan-Batas Kota Gresik. Namun jalan tersebut sudah bisa dibuka untuk menunjang mobilitas mudik lebaran 2022.
Pembukaan arus lalu lintas dilakukan pada satu jalur perkerasan rigid jalan Pantura Gresik-Lamongan, tepatnya pada Km 33+600 sampai dengan 35+172 dengan panjang sekitar 1,5 km. "Perkerasan rigid ini dapat dibuka lebih cepat berkat dukungan pimpinan BBPJN Jatim-Bali dan kerja sama tim yang kompak, khususnya PPK 4.5 Provinsi Jawa Timur," kata Subki.
Lihat Juga :