KSPI: Data PHK Resahkan Buruh, Patut Dipertanyakan

Senin, 13 April 2020 - 19:56 WIB
loading...
KSPI: Data PHK Resahkan...
Organisasi buruh mempertanyakan data mengenai PHK yang dikeluarkan pemerintah berbarengan dengan keinginan pengusaha untuk memangkas upah serta THR pekerja. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengungkapkan, jutaan tenaga kerja hingga 9 April 2020 dirumahkan atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19. Adapun pekerja formal yang dirumahkan sebanyak 1.080.765 pekerja. Sedangkan pekerja yang di-PHK sebanyak 160.067 pekerja, sehingga totalnya mencapai 1.240.832 pekerja.

Sementara itu, jumlah pekerja sektor informal yang terdampak Covid-19 disebutkan sebanyak 265.881 pekerja. Sehingga, secara keseluruhan total pekerja yang terdampak Covid-19 sebanyak 1.506.713 pekerja. Bersamaan dengan itu, kalangan pengusaha meminta untuk membayar upah tidak penuh dan Tunjangan Hari Raya (THR) tidak diberikan 100%.

Menanggapi informasi tersebut, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mempertanyakan data PHK yang dikeluarkan pemerintah, dan adanya keberatan dari asosiasi pengusaha untuk tidak membayar upah secara penuh serta tidak membayar THR 100%. KSPI juga menyoroti keinginan pengusaha untuk tidak membayar pesangon bagi buruh yang ter-PHK di tengah wabah Covid-19 ini, atau kalaupun membayar, nilainya di bawah ketentuan yang ditetapkan dalam undang-undang.

"Data yang disajikan secara bombastis oleh Kemnaker dan permintaan organisasi pengusaha, Apindo, yang selalu menyudutkan buruh tersebut membuat jutaan buruh menjadi meradang, cemas dan resah," ujar Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Senin (13/4/2020).

Ia menyampaikan bahwa apa yang disampaikan Kemnaker dan Apindo, patut diduga menyesatkan dan meresahkan kalangan buruh. KSPI mengingatkan kembali kepada pemerintah dan pengusaha, terkait dengan adanya potensi darurat PHK dikarenakan oleh 4 faktor, yaitu terpukulnya industri pariwisata dan UMKM, menipisnya bahan baku industri manufaktur terutama dari impor, anjloknya nilai rupiah terhadap dolar AS, dan anjloknya harga minyak mentah dunia.

Said menyampaikan bahwa KSPI mempertanyakan apakah data PHK yang dikeluarkan Kemnaker dan keluhan yang disampaikan Apindo sudah sesuai dengan fakta di lapangan atau tidak.

"KSPI meragukan penyajian data PHK dari Kemenaker yang tidak transparan dan tidak terukur tersebut, sektor industri mana yang banyak ter-PHK. Kita juga mengecam sikap pengusaha dan Apindo yang selalu berkeluh kesah sehingga merugikan buruh, padahal sudah banyak insentif dan dana APBN yang digelontorkan pemerintah untuk membantu kesulitan pengusaha di tengah pandemi corona ini," cetusnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Gas Industri Turun...
Harga Gas Industri Turun Jadi USD13 per MMBTU, Said Iqbal Ungkap Ancaman PHK Mereda
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Ancaman PHK 9.000 Karyawan...
Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja
Toba Pulp Lestari Hentikan...
Toba Pulp Lestari Hentikan Operasi dan PHK Karyawan usai Izin Konsesi Dicabut
Menaker: Pemerintah...
Menaker: Pemerintah Komitmen Cegah PHK dengan Berbagai Program Nyata
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Rekomendasi
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved