Program Wasteco dari PHM, Olah Sampah Jadi Energi Pengganti LPG
Selasa, 26 April 2022 - 23:26 WIB
loading...
A
A
A
"Sampah identik dengan kotor, jorok dan bau, tapi kini dikembangkan menjadi sumber energi bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat sekitar," ujarnya. Hermansyah mengatakan, gas metana yang dihasilkan juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk penerangan jalam umum, rumah tangga dan lainnya. "Nilai penghematan dari lampu penerangan jalan ini mencapai Rp15 juta per bulan," ucapnya.
Baca Juga: Inilah Alasan Istri Mohammad bin Salman yang Memilih Tinggal di Inggris
Tak berhenti di situ, kata dia, dengan sumber energi baru ini, PHM bersama pemerintah daerah serta masyarakat setempat tengah mengembangkan pemanfaatannya untuk kegiatan usaha. "Banyak jenis usaha UMKM yang bisa dikembangkan. Pedagang kecil dan asongan bisa tumbuh karena mereka memperoleh energi yang baik dan murah. Teknologi pengolahan sampah menjadi energi ini sangat layak dikembangkan di daerah lain di Indonesia," tandasnya.
Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengapresiasi inovasi yang dikembangkan PHM melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) tersebut. Demikian pula dnegan program Enbarter (Energi Terbarukan) dari Subholding Upstream Pertamina Regional Kalimantan Zona 10 yang mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel.
"Program-program ini patut diapresiasi karena mengatasi masalah, yaitu sampah dan minyak jelantah, menjadi energi. Mudah-mudahan program ini bisa dijalankan untuk semua regional," katanya. Tak hanya inovatif, kata Mamit, program-program seperti ini juga mendukung pencapaian ketahanan, kemandirian dan kedaulatan energi masyarakat.
Baca Juga: Inilah Alasan Istri Mohammad bin Salman yang Memilih Tinggal di Inggris
Tak berhenti di situ, kata dia, dengan sumber energi baru ini, PHM bersama pemerintah daerah serta masyarakat setempat tengah mengembangkan pemanfaatannya untuk kegiatan usaha. "Banyak jenis usaha UMKM yang bisa dikembangkan. Pedagang kecil dan asongan bisa tumbuh karena mereka memperoleh energi yang baik dan murah. Teknologi pengolahan sampah menjadi energi ini sangat layak dikembangkan di daerah lain di Indonesia," tandasnya.
Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengapresiasi inovasi yang dikembangkan PHM melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) tersebut. Demikian pula dnegan program Enbarter (Energi Terbarukan) dari Subholding Upstream Pertamina Regional Kalimantan Zona 10 yang mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel.
"Program-program ini patut diapresiasi karena mengatasi masalah, yaitu sampah dan minyak jelantah, menjadi energi. Mudah-mudahan program ini bisa dijalankan untuk semua regional," katanya. Tak hanya inovatif, kata Mamit, program-program seperti ini juga mendukung pencapaian ketahanan, kemandirian dan kedaulatan energi masyarakat.
(fai)
Lihat Juga :