Perang Ukraina Sebabkan Ledakan Harga Terbesar dalam 50 Tahun, Bank Dunia Wanti-wanti

Kamis, 28 April 2022 - 06:57 WIB
loading...
Perang Ukraina Sebabkan...
Bank Dunia memperingatkan, Perang Ukraina bakal menyebabkan ledakan harga komoditas terbesar sejak tahun 1970-an. Foto/Dok
A A A
WASHINGTON - Perang Ukraina diperkirakan bakal menyebabkan ledakan harga komoditas terbesar sejak tahun 1970-an, Bank Dunia memberikan peringatan. Dalam proyeksi terbarunya dikatakan, gangguan yang disebabkan oleh perang Rusia Ukraina berkontribusi pada kenaikan harga yang sangat besar untuk barang-barang mulai dari gas alam hingga gandum dan kapas.

"Kenaikan harga mulai memiliki dampak ekonomi dan kemanusiaan yang sangat besar," ucap Peter Nagle, salah satu penulis laporan Bank Dunia tersebut dilansir BBC.

Dia menambahkan "rumah tangga di seluruh dunia merasakan kenaikan biaya hidup".

Baca Juga: Bank Dunia Memperingatkan Perang Rusia Ukraina dan Pandemi Jadi Kombinasi Berbahaya

"Kami sangat khawatir tentang kondisi keluarga miskin karena mereka akan menghabiskan pendapatan yang lebih besar untuk makanan dan energi, jadi mereka sangat rentan terhadap lonjakan harga ini," tambah ekonom senior di Bank Dunia.

Harga energi akan meningkat lebih dari 50%, sehingga membuatnya membengkaknya tagihan untuk rumah tangga dan bisnis. Kenaikan terbesar akan terjadi pada harga gas alam di Eropa, yang diperkirakan lebih dari dua kali lipat biayanya.

Namun pada tahun depan, harga berangsur mengalami penurunan hingga 2024. Tetapi sampai saat itu harga akan tetap 15% lebih tinggi dari tahun lalu. Bank Dunia mengatakan, bakal terjadi peningkatan terbesar dalam 23 bulan untuk harga energi sejak kenaikan harga minyak tahun 1973, ketika ketegangan di Timur Tengah membuat harga melonjak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Rekomendasi
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
Berita Terkini
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Infografis
Trump Tak Khianati Ukraina...
Trump Tak Khianati Ukraina dalam Perang Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved