Mandiri Investasi Kembangkan Reksa Dana Berbasis Emiten Peduli Lingkungan
Selasa, 17 Mei 2022 - 17:58 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam lima tahun terakhir, indeks FTSE Indonesia ESG, memberikan kinerja yang lebih unggul dengan tingkat risiko yang mirip jika dibandingkan indeks saham lainnya. Sehingga reksa dana ini sangat cocok bagi investor yang menginginkan return optimal dengan risiko yang terukur dan investor dapat turut serta mendukung terwujudnya dunia usaha yang mengedepankan prinsip ESG,” tutur pria yang akrab dipanggil Adi tersebut dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/5/2022).
Berdasarkan studi yang dilakukan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 2019, menyimpulkan bahwa saham emiten dengan skor ESG tinggi, cenderung memberikan imbal hasil yang lebih baik dan volatilitas yang lebih rendah. Data indeks FTSE Indonesia ESG periode tahun 2016-2021 mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 57,56%, jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan indeks LQ45 yang berisi saham-saham blue chip, sebesar 38,11%, dan pertumbuhan indeks IDX30 sebesar 41,49%.
Dengan sistem pengelolaan yang transparan, dan biaya yang relatif rendah, membuat Adi optimis bahwa produk investasi terbaru ini akan mendapat sambutan positif dari investor domestik dan asing. Nominal investasi awal bagi investor ritel sebesar Rp100 ribu. Lantas, investasi awal untuk investor institusi sebesar Rp1 miliar.
Bersamaan dengan peluncuran produk reksa dana indeks tersebut, Mandiri Investasi telah menggandeng sejumlah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan platform online yang mumpuni.. Selain ditawarkan secara langsung kepada investor institusi, kerjasama dengan APERD diharapkan dapat memberikan akses dan kemudahan bertransaksi bagi investor ritel untuk berinvestasi pada Mandiri FTSE Indonesia ESG.
Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Tidak Diizinkan Masuk Singapura Gara-gara Statusnya
Berdasarkan studi yang dilakukan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 2019, menyimpulkan bahwa saham emiten dengan skor ESG tinggi, cenderung memberikan imbal hasil yang lebih baik dan volatilitas yang lebih rendah. Data indeks FTSE Indonesia ESG periode tahun 2016-2021 mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 57,56%, jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan indeks LQ45 yang berisi saham-saham blue chip, sebesar 38,11%, dan pertumbuhan indeks IDX30 sebesar 41,49%.
Dengan sistem pengelolaan yang transparan, dan biaya yang relatif rendah, membuat Adi optimis bahwa produk investasi terbaru ini akan mendapat sambutan positif dari investor domestik dan asing. Nominal investasi awal bagi investor ritel sebesar Rp100 ribu. Lantas, investasi awal untuk investor institusi sebesar Rp1 miliar.
Bersamaan dengan peluncuran produk reksa dana indeks tersebut, Mandiri Investasi telah menggandeng sejumlah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan platform online yang mumpuni.. Selain ditawarkan secara langsung kepada investor institusi, kerjasama dengan APERD diharapkan dapat memberikan akses dan kemudahan bertransaksi bagi investor ritel untuk berinvestasi pada Mandiri FTSE Indonesia ESG.
Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Tidak Diizinkan Masuk Singapura Gara-gara Statusnya
Lihat Juga :