Lunasi Pengambilalihan BCR, RUPSLB Setujui HMETD IATA
Rabu, 18 Mei 2022 - 12:31 WIB
loading...
Rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) telah disetujui oleh pemegang saham. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) telah disetujui oleh pemegang saham. Pada hari ini, IATA mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya sejumlah 14.840.555.748 Saham Seri B, yang disertai dengan penerbitan sebanyak-banyaknya 2.968.111.149 Waran Seri I.
Baca Juga: IATA Tetap Akan Jalankan Private Placement Sesuai Peraturan OJK
HMETD ini dilakukan untuk menyelesaikan hak tagih PT MNC Investama Tbk (BHIT) terhadap Perseroan berdasarkan surat sanggup yang diterbitkan oleh Perseroan dalam rangka pengambilalihan PT Bhakti Coal Resources (BCR). Selain untuk penyelesaian pembelian BCR, dana dari hasil HMETD akan digunakan untuk modal kerja untuk
peningkatan produksi batu bara dan ekspansi disektor energi.
"Seperti yang telah diketahui, perseroan telah mengakusisi 99,33% saham BCR, pemilik 9 izin usaha perusahaan batu bara yang memiliki wilayah kerja di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan," tulisnya seperti dikutip dari laporan perusahaan, di Jakarta, Rabu (18/5/2022).
Upaya pengembangan bisnis IATA dan anak-anak perusahaannya masih terus dilakukan. Secara organik, BCR tetap fokus untuk meningkatkan produksi pada IUP yang telah beroperasi dan memulai produksi di IUP baru.
Baca Juga: IATA Tetap Akan Jalankan Private Placement Sesuai Peraturan OJK
HMETD ini dilakukan untuk menyelesaikan hak tagih PT MNC Investama Tbk (BHIT) terhadap Perseroan berdasarkan surat sanggup yang diterbitkan oleh Perseroan dalam rangka pengambilalihan PT Bhakti Coal Resources (BCR). Selain untuk penyelesaian pembelian BCR, dana dari hasil HMETD akan digunakan untuk modal kerja untuk
peningkatan produksi batu bara dan ekspansi disektor energi.
"Seperti yang telah diketahui, perseroan telah mengakusisi 99,33% saham BCR, pemilik 9 izin usaha perusahaan batu bara yang memiliki wilayah kerja di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan," tulisnya seperti dikutip dari laporan perusahaan, di Jakarta, Rabu (18/5/2022).
Upaya pengembangan bisnis IATA dan anak-anak perusahaannya masih terus dilakukan. Secara organik, BCR tetap fokus untuk meningkatkan produksi pada IUP yang telah beroperasi dan memulai produksi di IUP baru.
Lihat Juga :