On Stream, Proyek Jumelai PHM Diproyeksi Tambah Produksi Gas 45 MMSCFD
Sabtu, 21 Mei 2022 - 17:16 WIB
loading...
Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno meresmikan on stream-nya proyek pengembangan Lapangan Jumelai di Lapangan Senipah-Peciko-South Mahakam (SPS), Kabupaten Kutai Kertanegara, Jumat (20/5/2022). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) meresmikan beroperasinya (on stream) proyek pengembangan Lapangan Jumelai yang menjadi bagian dari Proyek Jumelai, North Sisi, North Nubi (JSN) di Lapangan Senipah-Peciko-South Mahakam (SPS), Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara.
Seremoni ini menandakan dimulainya aliran gas dari anjungan JML1 di Lapangan South Mahakam ke Lapangan SPS. Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno dalam kesempatan tersebut menyampaikan, proyek ini diperkirakan dapat memproduksi gas 45 MMSCFD dan kondensat 710 BCPD.
Baca Juga: Agresif Beroperasi, PHE Genjot Produksi Migas di Triwulan I
"Dengan produksi yang cukup besar, maka produksi dari Lapangan Jumelai menjadi salah satu penopang kebutuhan migas nasional sekaligus sebagai penggerak roda perekonomian bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur," kata Julius melalui siaran pers, Sabtu (21/5/2022).
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Chalid Said Salim menyampaikan bahwa Proyek Jumelai merupakan proyek Green Field pertama dari PHM yang beroperasi di tahun 2022. "Proyek ini mulai dilaksanakan pada Juni 2020, dengan sekitar 4,6 juta safe manhour dan tanpa LTI selama pekerjaan berlangsung. Hal ini merupakan sesuatu pencapaian yang luar biasa," tegas Chalid.
Seremoni ini menandakan dimulainya aliran gas dari anjungan JML1 di Lapangan South Mahakam ke Lapangan SPS. Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno dalam kesempatan tersebut menyampaikan, proyek ini diperkirakan dapat memproduksi gas 45 MMSCFD dan kondensat 710 BCPD.
Baca Juga: Agresif Beroperasi, PHE Genjot Produksi Migas di Triwulan I
"Dengan produksi yang cukup besar, maka produksi dari Lapangan Jumelai menjadi salah satu penopang kebutuhan migas nasional sekaligus sebagai penggerak roda perekonomian bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur," kata Julius melalui siaran pers, Sabtu (21/5/2022).
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Chalid Said Salim menyampaikan bahwa Proyek Jumelai merupakan proyek Green Field pertama dari PHM yang beroperasi di tahun 2022. "Proyek ini mulai dilaksanakan pada Juni 2020, dengan sekitar 4,6 juta safe manhour dan tanpa LTI selama pekerjaan berlangsung. Hal ini merupakan sesuatu pencapaian yang luar biasa," tegas Chalid.
Lihat Juga :