Melimpah! Ini Harta Karun SDA Indonesia yang Jadi Incaran Asing
Rabu, 25 Mei 2022 - 16:22 WIB
loading...
A
A
A
Sumber daya logam tanah jarang dunia terdapat dalam beberapa tipe endapan. China merupakan negara penghasil logam tanah jarang terbesar di dunia. Negara itu mempunyai endapan LTJ dalam bentuk primer berupa produk sampingan dari tambang bijih besi, dan sekunder berupa endapan alluvial dan endapan lateritik.
Masih sedikit penelitian di Indonesia yang terkait dengan LTJ, sehingga saat ini belum ada data utuh terkait total sumber daya logam tanah jarang ini. Namun berdasarkan penelitian yang ada sebelumnya, sumber daya LTJ di Indonesia yang berhasil diteliti di beberapa wilayah tercatat mencapai 72.579 ton, yang berasal dari endapan plaser dan endapan lateritik.
Endapan plaser banyak ditemukan di Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan Kalimantan Selatan. Sementara endapan laterik terdapat di wilayah Parmonangan, Tapanuli, Sumatera Utara, di Ketapang, Kalimantan Barat, di Taan, Sulawesi Barat, dan di Banggai, Sulawesi Tengah. Endapan laterik dari sejumlah wilayah tersebut mencapai 20.579 ton.
Pada tahun 2014, Pusat Sumber Daya Geologi – Badan Geologi melakukan penelitian untuk mengetahui potensi sumber daya LTJ dalam endapan tailing di wilayah Pulau Bangka dengan menggunakan metode interpretasi remote sensing. Penelitian tersebut menemukan tebal endapan tailing 4 m s.d. 6 m, luas total endapan tailing 500.000 ha, sehingga diperoleh volume 5.500.000.000 m3. Dengan kadar total LTJ 9,5 gr/m3, maka tonase LTJ mencapai 52.387.500.000 gr atau 52.000 ton.
Logam tanah jarang juga ada di Mountain Pass Amerika Serikat. LTJ berada pada cebakan tipe karbonatit berukuran besar dipandang sebagai bagian masa batuan beku utama, yang berarti terbentuk bersama-sama dengan pembekuan batuan tersebut. Cebakan lain juga ditemukan di Olympic Dam di Australia Selatan tahun 1980-an. Cebakan raksasa ini mengandung sejumlah besar unsur-unsur tanah jarang dan uranium. Selain itu, tersebar juga di Rusia, Asia Selatan, Afrika bagian selatan, dan Amerika Latin.
LTJ dicari oleh banyak pihak karena dapat digunakan untuk peralatan sehari-hari, seperti memori komputer, DVD, baterai isi ulang, telepon seluler, konventer katalis, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Penggunaan LTJ juga memicu berkembangnya material baru, sehingga memberikan perkembangan teknologi yang cukup signifikan dalam ilmu material.
Masih sedikit penelitian di Indonesia yang terkait dengan LTJ, sehingga saat ini belum ada data utuh terkait total sumber daya logam tanah jarang ini. Namun berdasarkan penelitian yang ada sebelumnya, sumber daya LTJ di Indonesia yang berhasil diteliti di beberapa wilayah tercatat mencapai 72.579 ton, yang berasal dari endapan plaser dan endapan lateritik.
Endapan plaser banyak ditemukan di Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan Kalimantan Selatan. Sementara endapan laterik terdapat di wilayah Parmonangan, Tapanuli, Sumatera Utara, di Ketapang, Kalimantan Barat, di Taan, Sulawesi Barat, dan di Banggai, Sulawesi Tengah. Endapan laterik dari sejumlah wilayah tersebut mencapai 20.579 ton.
Pada tahun 2014, Pusat Sumber Daya Geologi – Badan Geologi melakukan penelitian untuk mengetahui potensi sumber daya LTJ dalam endapan tailing di wilayah Pulau Bangka dengan menggunakan metode interpretasi remote sensing. Penelitian tersebut menemukan tebal endapan tailing 4 m s.d. 6 m, luas total endapan tailing 500.000 ha, sehingga diperoleh volume 5.500.000.000 m3. Dengan kadar total LTJ 9,5 gr/m3, maka tonase LTJ mencapai 52.387.500.000 gr atau 52.000 ton.
Logam tanah jarang juga ada di Mountain Pass Amerika Serikat. LTJ berada pada cebakan tipe karbonatit berukuran besar dipandang sebagai bagian masa batuan beku utama, yang berarti terbentuk bersama-sama dengan pembekuan batuan tersebut. Cebakan lain juga ditemukan di Olympic Dam di Australia Selatan tahun 1980-an. Cebakan raksasa ini mengandung sejumlah besar unsur-unsur tanah jarang dan uranium. Selain itu, tersebar juga di Rusia, Asia Selatan, Afrika bagian selatan, dan Amerika Latin.
LTJ dicari oleh banyak pihak karena dapat digunakan untuk peralatan sehari-hari, seperti memori komputer, DVD, baterai isi ulang, telepon seluler, konventer katalis, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Penggunaan LTJ juga memicu berkembangnya material baru, sehingga memberikan perkembangan teknologi yang cukup signifikan dalam ilmu material.
Lihat Juga :