Dari Batu Bara hingga Emas, Harta Karun Tanah Borneo Bakal Hantarkan RI jadi Negara Maju
Rabu, 25 Mei 2022 - 23:25 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan untuk nikel, presiden Jokowi bakal membawa investasi yang masuk untuk membangun pabrik nikel di Kalimantan.
Bahan dasar pembuatannya dapat diambil dari beberapa daerah di pulau Sulawesi maupun Kalimantan Sendiri. Seperti diketahui nikel merupakan salah satu bahan baku dalam pembuatan baterai mobil listrik.
Melihat ke depan beberapa negara-negara maju telah berlomba untuk yang tercepat dalam melakukan transisi dari pengguna energi fosil menuju energi baru yang ramah lingkungan, salah satunya penggunaan kendaraan listrik. Kehadiran kendaraan listrik tentu membutuhkan baterai sebagai penyimpanan energi kendaraan.
Selain yang disebutkan presiden, di tanah Kalimantan juga sudah sejak lama dikenal akan kekayaan batu bara. Kekayaan ‘emas hitam’ tersebut nantinya bakal dimanfaatkan untuk hilirisasi pembuatan Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi gas LPG, yang saat ini pengadaannya masih didatangkan dari Impor.
Baca juga: Punya Segudang Manfaat dan Lebih Mahal dari Emas, Harta Karun LTJ Bisa Ditemui di Wilayah Ini
Menurut Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, saat ini belanja LPG Indonesia dari luar negeri atau impor setiap tahunnya mencapai Rp100 triliun dengan total Belanja 6-7 juta tol per tahun. Dari total Belanja tersebut, paling tidak negara memberikan subsidi sebesar Rp70-80 triliun per tahun.
Tidak hanya batu bara, Kalimantan juta kaya akan migas, andesit, emas dan perak. Kekayaan tersebut bakal dikelola bersama dengan perushaan swasta dari berbagai negara untuk menghasilkan sebuah produk barang jadi sehingga Indonesia diharapkan tidak lagi melakukan ekspor bahan mentah.
Emas dan perak bukan hanya berada di Papua saja, di Kalimantan emas dan perak juga tergolong melimpah dan belum banyak diolah.
Mengutip data Badan Geologi Kementerian ESDM, cadangan emas di Kalimantan tercatat kurang lebih 40 juta bijih emas dan 16 juta ton bijih perak per Juni 2020.
Jika dipersentase keseluruhan emas dan perak yang terkandung di tanah Borneo itu jumlahnya sebanyak 5% dari total emas di seluruh Indonesia sebesar 14,96 miliar ton.
Sedangkan perak terdapat 305,67 juta ton dari total yang dimiliki dari kekayaan alam Indonesia sebanyak 7,57 miliar ton atau sekitar 4% dari yang dimiliki.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau Kalimantan Timur juga sempat memetakan golongan Komoditas dan sebarannya yang ada di Kalimantan.
Misalnya komoditas mineral logam seperti emas, galena, seng itu terdapat di kecamatan Kelay, Segah, Tabalar Kalimantan.
Bahan dasar pembuatannya dapat diambil dari beberapa daerah di pulau Sulawesi maupun Kalimantan Sendiri. Seperti diketahui nikel merupakan salah satu bahan baku dalam pembuatan baterai mobil listrik.
Melihat ke depan beberapa negara-negara maju telah berlomba untuk yang tercepat dalam melakukan transisi dari pengguna energi fosil menuju energi baru yang ramah lingkungan, salah satunya penggunaan kendaraan listrik. Kehadiran kendaraan listrik tentu membutuhkan baterai sebagai penyimpanan energi kendaraan.
Selain yang disebutkan presiden, di tanah Kalimantan juga sudah sejak lama dikenal akan kekayaan batu bara. Kekayaan ‘emas hitam’ tersebut nantinya bakal dimanfaatkan untuk hilirisasi pembuatan Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi gas LPG, yang saat ini pengadaannya masih didatangkan dari Impor.
Baca juga: Punya Segudang Manfaat dan Lebih Mahal dari Emas, Harta Karun LTJ Bisa Ditemui di Wilayah Ini
Menurut Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, saat ini belanja LPG Indonesia dari luar negeri atau impor setiap tahunnya mencapai Rp100 triliun dengan total Belanja 6-7 juta tol per tahun. Dari total Belanja tersebut, paling tidak negara memberikan subsidi sebesar Rp70-80 triliun per tahun.
Tidak hanya batu bara, Kalimantan juta kaya akan migas, andesit, emas dan perak. Kekayaan tersebut bakal dikelola bersama dengan perushaan swasta dari berbagai negara untuk menghasilkan sebuah produk barang jadi sehingga Indonesia diharapkan tidak lagi melakukan ekspor bahan mentah.
Emas dan perak bukan hanya berada di Papua saja, di Kalimantan emas dan perak juga tergolong melimpah dan belum banyak diolah.
Mengutip data Badan Geologi Kementerian ESDM, cadangan emas di Kalimantan tercatat kurang lebih 40 juta bijih emas dan 16 juta ton bijih perak per Juni 2020.
Jika dipersentase keseluruhan emas dan perak yang terkandung di tanah Borneo itu jumlahnya sebanyak 5% dari total emas di seluruh Indonesia sebesar 14,96 miliar ton.
Sedangkan perak terdapat 305,67 juta ton dari total yang dimiliki dari kekayaan alam Indonesia sebanyak 7,57 miliar ton atau sekitar 4% dari yang dimiliki.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau Kalimantan Timur juga sempat memetakan golongan Komoditas dan sebarannya yang ada di Kalimantan.
Misalnya komoditas mineral logam seperti emas, galena, seng itu terdapat di kecamatan Kelay, Segah, Tabalar Kalimantan.
Lihat Juga :