Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi

Senin, 29 Juni 2026 - 12:15 WIB
loading...
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Kebijakan DMO batu bara dan mekanisme RKAB perlu dievaluasi untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Yayan Satyakti menilai kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara dan mekanisme Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perlu dievaluasi untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. Evaluasi tersebut dinilai penting karena persoalan utama kelistrikan saat ini berada pada aspek pasokan energi primer bagi pembangkit.

Pandangan itu disampaikan Yayan dalam kajian bertajuk “Mengatasi Pemadaman Listrik di Indonesia: Sebuah Rencana Debottlenecking” yang menyoroti perlunya reformasi tata kelola pasokan batu bara untuk sektor ketenagalistrikan.

"Memperbaiki satu aturan harga ini saja menutup kira-kira tiga perempat dari kesenjangan pemadaman," demikian tertulis dalam kajian Prof. Yayan Satyakti seperti dikutip pada Senin (29/6/2026).

Baca Juga: Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar

Yayan menjelaskan harga batu bara DMO yang dipatok sekitar USD70 per ton berada di bawah Harga Batu Bara Acuan (HBA) Juni 2026 yang berkisar antara USD84,53 hingga USD121,83 per ton. Kondisi tersebut dinilai mendorong perusahaan tambang lebih memilih ekspor dibanding memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Menurut dia, dampak dari kondisi itu mulai terlihat pada pasokan batu bara bagi pembangkit listrik PLN. Kebutuhan batu bara PLN diperkirakan mencapai sekitar 154 juta ton, sementara kontrak pasokan yang tersedia baru sekitar 134 juta ton sehingga stok batu bara di pembangkit turun menjadi sekitar 10 hari atau di bawah batas minimum 25 hari.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Batu Bara Acuan...
Harga Batu Bara Acuan Periode II Juli Naik Lagi, Kini Jadi USD131,85 per Ton
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Mitigasi Risiko Blackout,...
Mitigasi Risiko Blackout, Diversifikasi Energi Jadi Strategi Ketahanan Listrik
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur di Tengah Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
Rekomendasi
Messi Nyaris Celaka...
Messi Nyaris Celaka Jelang Final Piala Dunia 2026, Ditekel Rekan Setim
Rano Karno Kaget Nobar...
Rano Karno Kaget Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng Dihadiri Hampir 14 Ribu Warga
5 Alasan Kematian 16...
5 Alasan Kematian 16 Tentara AS Picu Perang Iran Masuk ke Babak Baru yang Berbahaya
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Infografis
Demi Foto di Perbatasan...
Demi Foto di Perbatasan Lebanon, 20 Tentara Israel Mati dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved