Negara-negara Raksasa Penganut Sistem Ekonomi Kapitalis, Nomor 1 Sudah Lebih dari Seabad

Jum'at, 27 Mei 2022 - 14:13 WIB
loading...
Negara-negara Raksasa...
Daftar negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis di dunia. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Sistem ekonomi kapitalis merupakan sebuah sistem yang membebaskan masyarakat untuk mengatur ekonominya masing-masing. Dengan sistem ekonomi ini, maka setiap individu diberikan kebebasan untuk memiliki usaha, baik dengan skala kecil atau besar. Berikut adalah sejumlah negara kapitalis di dunia.

1. Amerika Serikat
Amerika Serikat (AS) menganut sistem ekonomi kapitalis dan memberikan kesempatan untuk pihak swasta mengembangkan perusahaannya. Sistem kapitalis di negara ini sudah terjadi lebih dari seabad lalu dan dilakukan juga di Eropa. Forbes menyebut, dari 27 juta perusahaan yang terdapat di AS, hampir seluruhnya adalah milik swasta. Ditambah, perusahaan-perusahaan swasta tersebut berkembang pesat di AS. Perusahaan swasta kecil dengan kurang dari 500 karyawan menyumbang 46% PDB nonpertanian.Baca Juga: China, Negara Mengaku Komunis tapi Sistem Kapitalis

2. China
Meskipun memiliki ideologi komunisme, namun China menganut sistem ekonomi pasar kapitalis. Terbukti, sebagian besar perusahaan yang ada di China adalah milik swasta. Secara sederhana, Bloomberg menyebut, dari 100 perusahaan teratas di China, 49 di antaranya adalah perusahaan swasta yang sangat berkembang. Sementara itu, sektor swasta menyumbang 54% dari total nilai 100 perusahaan besar di China. Jumlah ini naik 10% bila dibandingkan dengan tahun 2010. Beberapa perusahaan swasta besar yang berasal dari China serta mampu merajai pasar dunia adalah Alibaba, Huawei, dan Tencent.

3. Inggris
Sebanyak 5,6 juta perusahaan yang berdiri di Inggris merupakan milik swasta. Data tersebut terungkap dalam Research Briefing dari House of Commons Library di tahun 2021. Namun demikian, angka ini rupanya jauh menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang menyentuh angka 6,5%. Perusahaan swasta yang menjamur di Inggris tidak hanya bergerak di komunikasi, namun juga makanan hingga busana.Baca Juga: S enyum Soeharto saat Habibie Sebut Pembangunan sebagai Kapitalisme Kotor

4. Jerman
Nama-nama seperti Volkswagen Group, BMW Group, dan Otto Group sudah populer di kalangan masyarakat. Perusahaan-perusahaan besar tersebut merupakan perusahaan keluarga yang berdiri di Jerman. Selain tiga perusahaan itu, masih banyak lagi perusahaan di Jerman yang dimiliki oleh pihak swasta. Artinya, negara ini menerapkan pola kapitalisme atau pasar bebas. Ekonomi Jerman adalah salah satu yang terbesar di dunia, dengan produk-produk ekspor berkualitas tinggi. Sementara itu, perusahaan-perusahaan keluarga di Jerman tersebut memberikan sumbangan PDB sekitar 43%.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Rekomendasi
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Berita Terkini
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved