Kementan Dukung Pengembangan Petani Milenial Kalimantan Selatan
Sabtu, 04 Juni 2022 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, sektor pertanian saat ini tak hanya berfikir menghasilkan produk pertanian, juga harus berorientasi bisnis. Sudah saatnya generasi muda turun mengolah lahan pertanian, tentunya dengan cara yang lebih maju dan modern.
“Dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumberdaya alam pertanian di perdesaan, secara optimal, profesional, menguntungkan dan berkelanjutan tentunya mereka akan siap menghadapi era milenial,” ujar Dedi.
Kesiapan yang dimaksudkan, katanya, ditunjukkan oleh Siti Aisyah dan rekan-rekannya sesama petani muda di Tanah Laut. Siti Aisyah, merupakan salah satu petani muda penerima manfaat dari Hibah Kompetitif (HK) Program YESS 2021.
“Alhamdulillah hasil panen saya terus meningkat. Pada awal melakukan usaha pertanian yakni budidaya jagung pakan ternak, hanya satu hektare (ha). Setelah mendapatkan bantuan HK, dapat diperluas hingga 5 ha. Saat ini yang ditanami baru 4 ha dan diperkirakan per ha hasilnya 10 ton,” kata Siti Aisyah.
(Baca juga:Kementan Dukung Pengembangan Petani Milenial Kalteng)
Manfaat serupa dirasakan oleh Hairul Effendi, pemuda dari Desa Ujung Batu, Kecamatan Pelaihari, yang sukses mengembangkan usaha budi daya melon.
Petani 29 tahun ini mengaku mulai menggeluti budi daya melon sejak 2018. “Semula hanya 2.000 tanaman, kini menjadi 5.000 tanaman melon. Saya memilih melon karena harganya stabil, jarang jatuh seperti komoditas pertanian lainnya,” katanya.
Pemuda penerima HK 2001 tersebut mengaku sebelum budi daya melon, ia pernah menanam sayuran seperti timun, pare, dan cabai. Namun sejak 2018 fokus pada komoditas melon.
“Dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumberdaya alam pertanian di perdesaan, secara optimal, profesional, menguntungkan dan berkelanjutan tentunya mereka akan siap menghadapi era milenial,” ujar Dedi.
Kesiapan yang dimaksudkan, katanya, ditunjukkan oleh Siti Aisyah dan rekan-rekannya sesama petani muda di Tanah Laut. Siti Aisyah, merupakan salah satu petani muda penerima manfaat dari Hibah Kompetitif (HK) Program YESS 2021.
“Alhamdulillah hasil panen saya terus meningkat. Pada awal melakukan usaha pertanian yakni budidaya jagung pakan ternak, hanya satu hektare (ha). Setelah mendapatkan bantuan HK, dapat diperluas hingga 5 ha. Saat ini yang ditanami baru 4 ha dan diperkirakan per ha hasilnya 10 ton,” kata Siti Aisyah.
(Baca juga:Kementan Dukung Pengembangan Petani Milenial Kalteng)
Manfaat serupa dirasakan oleh Hairul Effendi, pemuda dari Desa Ujung Batu, Kecamatan Pelaihari, yang sukses mengembangkan usaha budi daya melon.
Petani 29 tahun ini mengaku mulai menggeluti budi daya melon sejak 2018. “Semula hanya 2.000 tanaman, kini menjadi 5.000 tanaman melon. Saya memilih melon karena harganya stabil, jarang jatuh seperti komoditas pertanian lainnya,” katanya.
Pemuda penerima HK 2001 tersebut mengaku sebelum budi daya melon, ia pernah menanam sayuran seperti timun, pare, dan cabai. Namun sejak 2018 fokus pada komoditas melon.
Lihat Juga :