Pakar SDM: Fenomena Bubble Burst, Ketidakmampuan Kompetensi SDM di Perusahaan Rintisan
Rabu, 08 Juni 2022 - 07:49 WIB
loading...
A
A
A
Fenomena bubble burst juga tidak luput dari ketidakmampuan kompetensi sumber daya yang mumpuni dalam perusahaan rintisan. Hal ini juga dapat memicu semakin turunnya nilai bisnis yang baru.
“Modal yang digelontorkan sedemikian banyak dengan usaha yang belum mendapatkan keuntungan, dan mulai ditinggalkan investor karena belum memberikan keuntungan, akan mempercepat turunnya nilai perusahaan startup dan efeknya muncul gelombang baru yaitu downsizing yaitu pengurangan karyawan dengan cepat, yang diawal para startup ini muncul dan merekrut SDM yang banyak,” jelasnya.
(Baca juga:Terjadi Gelombang PHK, Ada Apa dengan Perusahaan Startup?)
Fenomena bubble burst tidak boleh semakin melebar, menurut Olivia Fachrunnisa, solusi yang perlu dilakukan oleh perusahaan rintisan adalah, meningkatkan kompetensi kapabilitas inovasi, kreatifitas dan perilaku individu dalam organisasi, melakukan re-balancing ketika terjadi pergolakan bisnis, dan fokus untuk benefit dalam jangka panjang.
“Potensi startup dalam membangun ekonomi bangsa sangat besar. Tapi perlu adanya peningkatan value dengan meningkatkan financial literacy bagi para investor dan human value literacy bagi para pelaku bisnis, bahwa dibutuhkan SDM yang memiliki value lebih dan kompetensi, tidak saja dalam bidang teknologi maupun organisasi, tetapi lebih tepatnya kemampuan SDM startup untuk memadukan antara finansial, teknologi, dan organisasi secara bersamaan,” pungkas Olivia.
“Modal yang digelontorkan sedemikian banyak dengan usaha yang belum mendapatkan keuntungan, dan mulai ditinggalkan investor karena belum memberikan keuntungan, akan mempercepat turunnya nilai perusahaan startup dan efeknya muncul gelombang baru yaitu downsizing yaitu pengurangan karyawan dengan cepat, yang diawal para startup ini muncul dan merekrut SDM yang banyak,” jelasnya.
(Baca juga:Terjadi Gelombang PHK, Ada Apa dengan Perusahaan Startup?)
Fenomena bubble burst tidak boleh semakin melebar, menurut Olivia Fachrunnisa, solusi yang perlu dilakukan oleh perusahaan rintisan adalah, meningkatkan kompetensi kapabilitas inovasi, kreatifitas dan perilaku individu dalam organisasi, melakukan re-balancing ketika terjadi pergolakan bisnis, dan fokus untuk benefit dalam jangka panjang.
“Potensi startup dalam membangun ekonomi bangsa sangat besar. Tapi perlu adanya peningkatan value dengan meningkatkan financial literacy bagi para investor dan human value literacy bagi para pelaku bisnis, bahwa dibutuhkan SDM yang memiliki value lebih dan kompetensi, tidak saja dalam bidang teknologi maupun organisasi, tetapi lebih tepatnya kemampuan SDM startup untuk memadukan antara finansial, teknologi, dan organisasi secara bersamaan,” pungkas Olivia.
(dar)
Lihat Juga :