Kurangi Impor, Vaksin BUMN Akan Diproduksi 120 Juta Dosis per Tahun
Kamis, 09 Juni 2022 - 17:33 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin Covid-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (04/08/2020). ANTARA/Dhemas Reviyanto
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir optimistis Indonesia mampu menekan impor vaksin Covid-19. Hal ini seiring produksi vaksin BUMN oleh PT Bio Farma (Persero) yang ditargetkan mencapai 120 juta dosis per tahun.
Erick tak ingin Indonesia terus bergantung pada negara lain, baik dari sisi bahan baku obat (BBO) maupun sektor kesehatan secara menyeluruh.
"Agar masyarakat kita juga percaya pada kesehatan yang dibangun di dalam negeri atau terobosan seperti saat ini, bagaimana kita punya vaksin sendiri, tidak mengimpor vaksin," kata Erick saat kick off uji klinis vaksin BUMN, Kamis (9/6/2022).
Baca juga: Vaksin BUMN Masuk Uji Klinis Tahap III, Ditargetkan Dapat Izin BPOM pada Juli
Sebagai informasi, saat ini vaksin BUMN masuk fase uji klinis tahap III dan ditargetkan rampung pada Juli 2022. Setelah itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA).
Erick mengatakan akan berkonsultasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kementerian Kesehatan terkait penamaan vaksin BUMN tersebut.
Menurut dia, penamaan vaksin BUMN dilakukan untuk proses pendaftaran vaksin ke Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Erick tak ingin Indonesia terus bergantung pada negara lain, baik dari sisi bahan baku obat (BBO) maupun sektor kesehatan secara menyeluruh.
"Agar masyarakat kita juga percaya pada kesehatan yang dibangun di dalam negeri atau terobosan seperti saat ini, bagaimana kita punya vaksin sendiri, tidak mengimpor vaksin," kata Erick saat kick off uji klinis vaksin BUMN, Kamis (9/6/2022).
Baca juga: Vaksin BUMN Masuk Uji Klinis Tahap III, Ditargetkan Dapat Izin BPOM pada Juli
Sebagai informasi, saat ini vaksin BUMN masuk fase uji klinis tahap III dan ditargetkan rampung pada Juli 2022. Setelah itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA).
Erick mengatakan akan berkonsultasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kementerian Kesehatan terkait penamaan vaksin BUMN tersebut.
Menurut dia, penamaan vaksin BUMN dilakukan untuk proses pendaftaran vaksin ke Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Lihat Juga :