Sindir Kementerian dan Pemda yang Masih Doyan Impor, Jokowi: Bodoh Sekali Kita

Selasa, 14 Juni 2022 - 10:39 WIB
loading...
Sindir Kementerian dan...
Presiden Jokowi memberikan pesan menohok bagi Kementerian hingga Pemda yang masih doyan melakukan impor, bahkan Presiden menyebut kegiatan itu sebagai tindakan bodoh. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menekankan, kepada para menterinya dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membeli produk dalam negeri, bukan mengandalkan impor . Jokowi pun sedih karena belum sepenuhnya APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) dan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) dibelanjakan produk dalam negeri.

"Sedih, ini uang rakyat, uang yang dikumpulkan dari pajak, baik PPN,PPH, PPH Badan, PPH Perorangan, PPH Karyawan dari pihak ekspor dari PNPB dikumpulkan dengan cara yang tidak mudah. Kemudian belanjanya belanja produk impor bodoh sekali kita," ujar Jokowi dalam sambutannya pada Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022, Selasa (14/6/2022).

Baca Juga: Jokowi Marah! Tempat Tidur RS, Traktor hingga Seragam TNI-Polri Masih Impor

Jokowi memberikan sindiran bahwa Kementrian ataupun pemerintah daerah terlihat bodoh karena lebih memilih produk impor. "Maaf kita ini pinter-pinter tapi kalau caranya seperti ini bodoh sekali kita. Saya harus ngomong apa adanya," katanya.

Sambung Presiden menjelaskan, bahwa belanja pemerintah pusat maupun belanja pemerintah daerah harus memiliki tiga hal yang penting. Yakni menciptakan, nilai tambah, membangkitkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan efisien.

Baca Juga: Megawati Sentil Jokowi soal Ketergantungan Impor Alat Kesehatan

Maka dari itu dirinya ingin pemerintah pusat dan daerah untuk memaksimalkan APBN Rp2.714 triliun dan APBD Rp1.197 triliun untuk belanja produk dalam negeri.

"Ini APBN loh ini, uang APBD loh, belinya produk impor. Nilai tambahnya yang dapat negara lain, lapangan kerja yang dapat orang lain apa gak bodoh kita ini," jelasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Mitigasi Risiko Fiskal,...
Mitigasi Risiko Fiskal, Ekonom Ungkap Peran Krusial Belanja Lain-Lain dalam APBN Sebagai Bantalan
Belanja Pemerintah per...
Belanja Pemerintah per Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Tarik Lagi Rp75...
Purbaya Tarik Lagi Rp75 Triliun dari Himbara, Ini Alasannya
Defisit APBN November...
Defisit APBN November 2025 Membengkak Tembus Rp560,3 Triliun, Begini Kata Purbaya
Topang Pertumbuhan Ekonomi,...
Topang Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Pemerintah Tumbuh 5,49% di Kuartal III-2025
KPK Sita Mobil dan Uang...
KPK Sita Mobil dan Uang Rp1 Miliar terkait Kasus Suap Impor Barang Bea Cukai
Anggota DPR Sesalkan...
Anggota DPR Sesalkan Dirut PT Agrinas Tak Hadiri RDP Terkait Impor 105.000 Mobil India
KPK Tetapkan 6 Tersangka...
KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Korupsi Importasi Barang
Rekomendasi
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Berita Terkini
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved