Dari The Westin Resort Nusa Dua Bali, Sandiaga Uno Tabuh Genderang Investasi Subsektor Kuliner!
Rabu, 22 Juni 2022 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
“FSI mendukung rantai pasok industri melalui akses pembiayaan, distribusi, dan pemasaran produk subsektor kuliner. Penguatan ekosistem kuliner sangat dibutuhkan agar proses pemulihan industri pariwisata dan ekonomi kreatif berjalan secara komprehensif," kata Henky.
Lebih lanjut, Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf Hanifah Makarim menjelaskan, selain investor, FSI 2022 juga menghadirkan berbagai narasumber dan mentor dalam sesi seminar serta coaching yang dilakukan bagi masing-masing finalis. Kehadiran berbagai narasumber dan mentor dalam Demoday dapat mempertajam aspek soft skill dan hard skill peserta atas bisnis yang sedang dijalankan.
“Melalui Demoday, para pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner didorong untuk berpikir out of the box untuk tetap bangkit dan berinovasi dalam menciptakan produk yang dapat diterima oleh masyarakat dan investor," kata Hanifah Makarim.
Meski bukan menjadi pemenang, ajang Demoday tetap strategis bagi finalis lainnya. Banyak finalis yang mendapatkan jejaring usaha dan dukungan langsung oleh masing-masing investor yang disampaikan usai pergelaran FSI.
Jika dilihat pada jenisnya, kata Hanifah, dukungan pendanaan yang dibutuhkan terdiri dari lima sumber yaitu bank, equity, fintech, profit sharing, dan lembaga pinjaman lainnya. Besaran dana investasi yang paling banyak dibutuhkan pada FSI tahun ini terdiri dari dua kelompok yaitu antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar dan Rp100 juta hingga Rp500 juta.
"Berbagai jenis pendanaan yang diajukan tersebut tentu saja harus disertai oleh profesionalisme dan akuntabilitas pelaku UMKM sektor kuliner yang mengikuti FSI," kata Hanifah Makarim.
Sementara Co-Founder FSI, Bonnie Susilo, mengatakan konsistensi FSI telah memberikan dampak besar dalam mendukung perkembangan subsektor kuliner Tanah Air. Kegiatan ini seakan telah menjadi brand dan prestise bagi pelaku bisnis kuliner skala UKM di Indonesia.
Baca juga: Sasar Penunggak Pajak, Operasi Simpatik di Jabar Himpun Pendapatan Rp1 Miliar Lebih
“Perlu disampaikan, FSI telah membawa dampak yang signifikan dalam mempercepat kemandirian UKM pangan dan agroindustri Indonesia. Kemandirian ini dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia yang terampil, solid, serta bisnis yang berkelanjutan," kata Bonnie Susilo.
Lebih lanjut, Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf Hanifah Makarim menjelaskan, selain investor, FSI 2022 juga menghadirkan berbagai narasumber dan mentor dalam sesi seminar serta coaching yang dilakukan bagi masing-masing finalis. Kehadiran berbagai narasumber dan mentor dalam Demoday dapat mempertajam aspek soft skill dan hard skill peserta atas bisnis yang sedang dijalankan.
“Melalui Demoday, para pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner didorong untuk berpikir out of the box untuk tetap bangkit dan berinovasi dalam menciptakan produk yang dapat diterima oleh masyarakat dan investor," kata Hanifah Makarim.
Meski bukan menjadi pemenang, ajang Demoday tetap strategis bagi finalis lainnya. Banyak finalis yang mendapatkan jejaring usaha dan dukungan langsung oleh masing-masing investor yang disampaikan usai pergelaran FSI.
Jika dilihat pada jenisnya, kata Hanifah, dukungan pendanaan yang dibutuhkan terdiri dari lima sumber yaitu bank, equity, fintech, profit sharing, dan lembaga pinjaman lainnya. Besaran dana investasi yang paling banyak dibutuhkan pada FSI tahun ini terdiri dari dua kelompok yaitu antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar dan Rp100 juta hingga Rp500 juta.
"Berbagai jenis pendanaan yang diajukan tersebut tentu saja harus disertai oleh profesionalisme dan akuntabilitas pelaku UMKM sektor kuliner yang mengikuti FSI," kata Hanifah Makarim.
Sementara Co-Founder FSI, Bonnie Susilo, mengatakan konsistensi FSI telah memberikan dampak besar dalam mendukung perkembangan subsektor kuliner Tanah Air. Kegiatan ini seakan telah menjadi brand dan prestise bagi pelaku bisnis kuliner skala UKM di Indonesia.
Baca juga: Sasar Penunggak Pajak, Operasi Simpatik di Jabar Himpun Pendapatan Rp1 Miliar Lebih
“Perlu disampaikan, FSI telah membawa dampak yang signifikan dalam mempercepat kemandirian UKM pangan dan agroindustri Indonesia. Kemandirian ini dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia yang terampil, solid, serta bisnis yang berkelanjutan," kata Bonnie Susilo.
(uka)
Lihat Juga :