Kondisi Memburuk, Jerman Bunyikan Alarm Krisis Gas
Rabu, 29 Juni 2022 - 14:11 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Tanpa Gas Rusia, Jerman Tidak Bisa Panaskan Rumah Musim Dingin Nanti
Bulan ini, aliran gas Rusia ke Jerman melalui pipa bawah laut Nord Stream terpangkas sebanyak 60% karena masalah teknis yang timbul dari sanksi Barat terhadap Moskow.
Menanggapi hal ini, pemerintah Jerman meluncurkan fase "alarm" kedua dari rencana darurat gas tiga tingkatnya. Berlin telah memperingatkan bahwa mereka menghadapi kekurangan bahan bakar yang parah di tengah berkurangnya aliran gas dari Rusia.
Sebelumnya, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan produsen bahan kimia utama Jerman BASF mungkin akan terpaksa menghentikan produksi di pabrik kimia terbesar dunia di Ludwigshafen, akibat kekurangan gas Rusia yang murah dan berlimpah. Menurut laporan itu, BASF telah menggunakan gas alam Rusia selama bertahun-tahun untuk sumber tenaga dan juga bahan baku untuk produkproduknya.
Namun, berkurangnya pasokan gas Rusia terbukti menjadi ancaman bagi pusat manufaktur perusahaan yang luas. "Mengurangi produksi di lokasi ini akan menjadi tugas besar," kata ekonom senior BASF Peter Westerheide, seperti dikutip WSJ. "Kami belum pernah melihat situasi seperti ini sebelumnya. Sulit dibayangkan."
Bulan ini, aliran gas Rusia ke Jerman melalui pipa bawah laut Nord Stream terpangkas sebanyak 60% karena masalah teknis yang timbul dari sanksi Barat terhadap Moskow.
Menanggapi hal ini, pemerintah Jerman meluncurkan fase "alarm" kedua dari rencana darurat gas tiga tingkatnya. Berlin telah memperingatkan bahwa mereka menghadapi kekurangan bahan bakar yang parah di tengah berkurangnya aliran gas dari Rusia.
Sebelumnya, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan produsen bahan kimia utama Jerman BASF mungkin akan terpaksa menghentikan produksi di pabrik kimia terbesar dunia di Ludwigshafen, akibat kekurangan gas Rusia yang murah dan berlimpah. Menurut laporan itu, BASF telah menggunakan gas alam Rusia selama bertahun-tahun untuk sumber tenaga dan juga bahan baku untuk produkproduknya.
Namun, berkurangnya pasokan gas Rusia terbukti menjadi ancaman bagi pusat manufaktur perusahaan yang luas. "Mengurangi produksi di lokasi ini akan menjadi tugas besar," kata ekonom senior BASF Peter Westerheide, seperti dikutip WSJ. "Kami belum pernah melihat situasi seperti ini sebelumnya. Sulit dibayangkan."
(fai)
Lihat Juga :