Gandeng IWAPI, Program Pinky Movement Jangkau Lebih Luas Pelaku Usaha Wanita
Rabu, 29 Juni 2022 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kalahkan Canelo, Gennadiy Golovkin Ogah Duel Keempat
Zuraida mendapatkan pinjaman dana kemitraan sebesar Rp90 juta pada Februari 2022. Dana tersebut, jelasnya, digunakan untuk pengembangan workshop, pembuatan tas-tas seminar, ladies bag, dan lain-lain. Selanjutnya, dia mendapatkan pembinaan dari Pertamina terkait pengembangan usaha berupa penawaran stand-stand pameran di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta dan Tangerang Selatan. "Saya juga menyebarkan informasi program ini kepada wanita pengusaha lain yang tergabung dalam IWAPI," katanya.
Pemilik usaha Butik Fashion Gerai Hijab Fine Eni Kartika juga memperoleh kucuran dana kemitraan dari Pinky Movement. Dana sebesar Rp70 juta diterimanya pada Maret 2022 dan digunakan untuk pengembangan usaha gerai hijabnya. Kini, meski belum terlalu besar, Eni mengaku penjualan terus membaik jika dibandingkan pada saat krisis akibat pandemi.
"Saya memasarkan produk di toko offline di ITC Depok. Pembelinya masih domestik. Omzet juga masih belum terlalu normal, tapi membaik," tuturnya. Karena itu, dia mengaku masih butuhkan dukungan dan pembinaan dari Pertamina agar produknya dapat menembus pasar ekspor.
Terpisah, pengamat pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Risna Resnawaty mengapresiasi program tersebut. "Program Pinky Movement ini bisa disebut perwujudan capacity building dan corporate share value (CSV) dari Pertamina bagi pelaku UMKM dan pengusaha perempuan," ujarnya.
Zuraida mendapatkan pinjaman dana kemitraan sebesar Rp90 juta pada Februari 2022. Dana tersebut, jelasnya, digunakan untuk pengembangan workshop, pembuatan tas-tas seminar, ladies bag, dan lain-lain. Selanjutnya, dia mendapatkan pembinaan dari Pertamina terkait pengembangan usaha berupa penawaran stand-stand pameran di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta dan Tangerang Selatan. "Saya juga menyebarkan informasi program ini kepada wanita pengusaha lain yang tergabung dalam IWAPI," katanya.
Pemilik usaha Butik Fashion Gerai Hijab Fine Eni Kartika juga memperoleh kucuran dana kemitraan dari Pinky Movement. Dana sebesar Rp70 juta diterimanya pada Maret 2022 dan digunakan untuk pengembangan usaha gerai hijabnya. Kini, meski belum terlalu besar, Eni mengaku penjualan terus membaik jika dibandingkan pada saat krisis akibat pandemi.
"Saya memasarkan produk di toko offline di ITC Depok. Pembelinya masih domestik. Omzet juga masih belum terlalu normal, tapi membaik," tuturnya. Karena itu, dia mengaku masih butuhkan dukungan dan pembinaan dari Pertamina agar produknya dapat menembus pasar ekspor.
Terpisah, pengamat pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Risna Resnawaty mengapresiasi program tersebut. "Program Pinky Movement ini bisa disebut perwujudan capacity building dan corporate share value (CSV) dari Pertamina bagi pelaku UMKM dan pengusaha perempuan," ujarnya.
(fai)
Lihat Juga :