Tekanan Jual Melandai, IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak di Rentang 6.538-6.762
Selasa, 05 Juli 2022 - 08:26 WIB
loading...
Kepala Riset MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan, tekanan jual di IHSG berpeluang melandai setelah sebelumnya selama 6 hari turun cukup tajam sebesar 5,81%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini berpotensi menguat di tengah Bursa Amerika Serikat alias Wall Street yang tutup merayakan Independence Day. IHSG berpotensi bergerak di rentang 6.538-6.762.
Baca Juga: Seharian Merah, IHSG Hari Ini Ditutup Koreksi ke Level 6.639
Kepala Riset MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan, tekanan jual di IHSG berpeluang melandai setelah sebelumnya selama 6 hari turun cukup tajam sebesar 5,81%.
"Tekanan jual di Bursa Indonesia Selasa ini berpeluang cooling down alias melandai setelah sebelumnya selama 6 hari IHSG turun cukup tajam sebesar 5,81% sehingga penguatan IHSG tersisa hanya 0,88% YTD mendekati level awal tahun 2022," ungkap Edwin dalam risetnya, Selasa (5/7/2022).
Menurut Edwin, tetap akan ada angin segar datang dari penguatan harga beberapa komoditas seperti: Coal +4.34%, Oil +2.03%, Nikel +3.7% dan Timah +0.75%. Di sisi lain, sentimen negatif yang sangat perlu diwaspadai berasal dari mulai kembali dinaikkannya Level PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Jabodetabek menjadi level 2.
Baca Juga: Seharian Merah, IHSG Hari Ini Ditutup Koreksi ke Level 6.639
Kepala Riset MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan, tekanan jual di IHSG berpeluang melandai setelah sebelumnya selama 6 hari turun cukup tajam sebesar 5,81%.
"Tekanan jual di Bursa Indonesia Selasa ini berpeluang cooling down alias melandai setelah sebelumnya selama 6 hari IHSG turun cukup tajam sebesar 5,81% sehingga penguatan IHSG tersisa hanya 0,88% YTD mendekati level awal tahun 2022," ungkap Edwin dalam risetnya, Selasa (5/7/2022).
Menurut Edwin, tetap akan ada angin segar datang dari penguatan harga beberapa komoditas seperti: Coal +4.34%, Oil +2.03%, Nikel +3.7% dan Timah +0.75%. Di sisi lain, sentimen negatif yang sangat perlu diwaspadai berasal dari mulai kembali dinaikkannya Level PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Jabodetabek menjadi level 2.
Lihat Juga :