Kadin Dorong Transformasi Ekonomi Digital UMKM Masuk Agenda Presidensi G20 dan B20
Jum'at, 08 Juli 2022 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia tahun 2021, sebanyak 20 persen dari UMKM di Indonesia telah mampu melakukan mitigasi atau menanggulangi dampak pandemi dengan melakukan digitalisasi kegiatan usaha mereka dan telah berhasil memanfaatkan media daring.
Arsjad mengatakan kemajuan ini tidak cukup karena masih ada ruang tumbuh dan berkembang. Indonesia akan bisa mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi ke tahap berikutnya dengan melakukan digitalisasi hingga mencapai 150 miliar dolar AS pada tahun 2025.
Menurutnya, Indonesia merupakan pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara yang menghasilkan sekitar 2,5 miliar dolar AS dalam pendapatan konsumsi saat ini dan angka itu kemungkinan bisa mencapai 20 miliar dolar AS pada tahun 2022.
Revolusi industri 4.0 Indonesia berpotensi mendorong capaian-capaian produktivitas hingga 60-70 persen dari masing-masing perusahaan yang akan menambah 20 juta pekerjaan baru di Indonesia pada tahun 2030, serta menciptakan tambahan sebesar USD120 juta dolar AS bagi perekonomian nasional.
"Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka Indonesia juga perlu mengatasi berbagai tantangan berupa ketimpangan infrastruktur digital," ucap Arsjad.
Dia berujar, penetrasi internet memang tumbuh secara pesat, namun faktanya hanya 36 persen dari orang dewasa di kawasan pedesaan yang bisa mengakses internet. Secara geografis, hasil ini memang tidak merata di Indonesia karena penetrasi internet secara kuat berkorelasi dengan pendapatan per kapita.
Arsjad mengatakan kemajuan ini tidak cukup karena masih ada ruang tumbuh dan berkembang. Indonesia akan bisa mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi ke tahap berikutnya dengan melakukan digitalisasi hingga mencapai 150 miliar dolar AS pada tahun 2025.
Menurutnya, Indonesia merupakan pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara yang menghasilkan sekitar 2,5 miliar dolar AS dalam pendapatan konsumsi saat ini dan angka itu kemungkinan bisa mencapai 20 miliar dolar AS pada tahun 2022.
Revolusi industri 4.0 Indonesia berpotensi mendorong capaian-capaian produktivitas hingga 60-70 persen dari masing-masing perusahaan yang akan menambah 20 juta pekerjaan baru di Indonesia pada tahun 2030, serta menciptakan tambahan sebesar USD120 juta dolar AS bagi perekonomian nasional.
"Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka Indonesia juga perlu mengatasi berbagai tantangan berupa ketimpangan infrastruktur digital," ucap Arsjad.
Dia berujar, penetrasi internet memang tumbuh secara pesat, namun faktanya hanya 36 persen dari orang dewasa di kawasan pedesaan yang bisa mengakses internet. Secara geografis, hasil ini memang tidak merata di Indonesia karena penetrasi internet secara kuat berkorelasi dengan pendapatan per kapita.
Lihat Juga :