Gandeng Standard Chartered, Bahana TCW Pasarkan Reksa Dana Syariah Saham

Selasa, 12 Juli 2022 - 15:20 WIB
loading...
Gandeng Standard Chartered,...
Ilustrasi investasi reksa dana. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bahana TCW kolaborasi dengan Standard Chartered Indonesia memperluas distribusi produk terbaru, yaitu reksa dana Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity. Reksa dana syariah tersebut memiliki fokus investasi saham-saham industri kesehatan global.

Presiden Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini menyampaikan kondisi perekonomian global yang sedang tertekan fase stagflasi atau minim pertumbuhan ekonomi di tengah tingginya inflasi, sektor kesehatan termasuk sektor yang resilien terhadap badai tersebut, lantaran menjadi industri yang defensif dan esensial. Investasi healthcare adalah salah satu alternatif menarik sesuai dengan kondisi makro ekonomi saat ini.

"Kemitraan ini untuk memperluas jalur distribusi reksa dana Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity, yang merupakan Reksa Dana Syariah Saham Luar Negeri pertama di Indonesia yang fokus di industri kesehatan global," ungkap Rukmi saat konferensi pers secara daring, Selasa (12/7/2022).

Baca Juga: Milenial Dominasi Investasi Pasar Modal, Investor Bank BRI Terbanyak

Dia mengatakan untuk komposisi portofolio reksa dana ini adalah lebih dari 50 persen ditempatkan pada sektor unggulan di pasar Amerika Serikat dan sisanya diinvestasikan di sejumlah negara ekonomi utama dunia, antara lain Jepang, Perancis, Jerman, Inggris dan Australia. Produk Reksa dana syariah ini dapat dibeli dengan minimum pembelian mulai dari USD10.000.

Head of Wealth Management Standard Chartered Indonesia, Meru Arumdalu menambahkan belum lama ini Standard Chartered Bank mengeluarkan Global Market Outlook untuk periode semester II 2022 membahas langkah kehati-hatian yang harus diterapkan bank-bank sentral di seluruh dunia untuk menjaga inflasi serta menghindari terjadinya resesi perekonomian.

Pihaknya memperkirakan inflasi akan mereda hanya secara bertahap, dan menyebabkan The Fed mempertahankan sikap agresif. Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah industri dinilai sebagai defensive sector atau saham defensif, seperti industri healthcare, energy dan financials di Amerika dan Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
MNC Sekuritas Dorong...
MNC Sekuritas Dorong Pertumbuhan Pasar Modal Syariah melalui Sharia Investment Week 2026
Sasar Investor Muda,...
Sasar Investor Muda, LINE Bank Hadirkan Fitur Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Investasi Semakin Mudah,...
Investasi Semakin Mudah, BRI Hadirkan Fitur Reksa Dana di Super Apps BRImo
Reksa Dana Bursa Emas...
Reksa Dana Bursa Emas Syariah Pertama di Indonesia
Rekomendasi
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved