Biden Merapat ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Merangkak
Jum'at, 15 Juli 2022 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
“Saya tidak berharap karena alasan diplomatik bahwa Biden melangkah keluar dari sana lalu berkata akan ada lebih banyak produksi minyak. Itu akan terlalu kasar bagi AS untuk bertanya dan terlalu terang-terangan bagi Saudi," kata David Goldwyn, kepala Dewan Penasihat Energi Pusat Energi Global, dilansir Politico, Jumat (15/7/2022).
Baca Juga: Kesampingkan Sanksi Barat, Arab Saudi Beri Sinyal Dukung Rusia di OPEC+
Sebaliknya, Goldwyn melihat kunjungan Biden sebagai upaya untuk meneguhkan kesepakatan de facto yang telah dibuat OPEC dan sekutunya pada bulan Juni lalu untuk meningkatkan produksi minyak lebih cepat dari yang direncanakan semula.
Anggota kelompok penghasil minyak mengumumkan pada saat itu bahwa mereka akan meningkatkan produksi kolektif sebesar 648.000 barel per hari pada bulan Juli dan Agustus. Namun, sejauh ini OPEC telah gagal memenuhi kuota mereka.
Hal tersebut memicu spekulasi bahwa Arab Saudi dan OPEC secara umum mungkin tidak memiliki kapasitas produksi minyak yang menganggur sebanyak yang diperkirakan semula. Selain hal itu, pasar komoditas minyak juga masih merasakan ketidakpastian terhadap langkah Federal Reserve atau The Fed dalam menaikkan suku bunga pada akhir bulan ini.
Baca Juga: Kesampingkan Sanksi Barat, Arab Saudi Beri Sinyal Dukung Rusia di OPEC+
Sebaliknya, Goldwyn melihat kunjungan Biden sebagai upaya untuk meneguhkan kesepakatan de facto yang telah dibuat OPEC dan sekutunya pada bulan Juni lalu untuk meningkatkan produksi minyak lebih cepat dari yang direncanakan semula.
Anggota kelompok penghasil minyak mengumumkan pada saat itu bahwa mereka akan meningkatkan produksi kolektif sebesar 648.000 barel per hari pada bulan Juli dan Agustus. Namun, sejauh ini OPEC telah gagal memenuhi kuota mereka.
Hal tersebut memicu spekulasi bahwa Arab Saudi dan OPEC secara umum mungkin tidak memiliki kapasitas produksi minyak yang menganggur sebanyak yang diperkirakan semula. Selain hal itu, pasar komoditas minyak juga masih merasakan ketidakpastian terhadap langkah Federal Reserve atau The Fed dalam menaikkan suku bunga pada akhir bulan ini.
Lihat Juga :