Alokasikan Capex 14%, Investasi Pertamina Dukung Transisi Energi Terbesar di Dunia
Jum'at, 15 Juli 2022 - 14:53 WIB
loading...
Dana investasi Pertamina untuk menyukseskan transisi energi jadi yang terbesar dibandingkan perusahaan energi lain di dunia. FOTO/dok.Pertamina
A
A
A
JAKARTA - Pertamina mengalokasikan capital expenditure (capex) sebesar 14% dari total dana investasi untuk menyukseskan transisi energi. Nilai tersebut lebih tinggi 4,3% dibandingkan perusahaan energi dunia untuk mendukung pengembangan energi terbarukan.
"Mengatasi perubahan iklim merupakan salah satu strategi sustainability Pertamina dengan target penurunan emisi 30% pada tahun 2030 atau di atas target NDC Indonesia pada tahun 2030," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam pernyataan resmi, Jumat (15/7/2022).
Baca Juga: Cegah Pemanasan Global, Pertamina Dorong Kolaborasi Global Sukseskan Transisi Energi
Menurut Nicke, Pertamina selama kurun waktu 2010 – 2020 telah mengurangi 6,8 juta ton CO2 Equivalent (MmtCO2E) atau sekitar 27% dari 26% baseline di 2010. Hal itu menjukkan bahwa transisi energi Pertamina telah direncanakan dengan baik untuk memastikan keamanan dan aksesibilitas energi masyarakat.
Transisi energi merupakan kunci untuk mencegah bencana pemanasan global dan perubahan iklim. Namun, transisi energi ini tidak boleh mengganggu agenda pembangunan yang belum selesai di negara-negara berkembang. Apalagi, rata-rata konsumsi energi, pengeluaran emisi dan pendapatan per kapita negara-negara berkembang pada umumnya berada di bawah negara-negara maju.
"Mengatasi perubahan iklim merupakan salah satu strategi sustainability Pertamina dengan target penurunan emisi 30% pada tahun 2030 atau di atas target NDC Indonesia pada tahun 2030," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam pernyataan resmi, Jumat (15/7/2022).
Baca Juga: Cegah Pemanasan Global, Pertamina Dorong Kolaborasi Global Sukseskan Transisi Energi
Menurut Nicke, Pertamina selama kurun waktu 2010 – 2020 telah mengurangi 6,8 juta ton CO2 Equivalent (MmtCO2E) atau sekitar 27% dari 26% baseline di 2010. Hal itu menjukkan bahwa transisi energi Pertamina telah direncanakan dengan baik untuk memastikan keamanan dan aksesibilitas energi masyarakat.
Transisi energi merupakan kunci untuk mencegah bencana pemanasan global dan perubahan iklim. Namun, transisi energi ini tidak boleh mengganggu agenda pembangunan yang belum selesai di negara-negara berkembang. Apalagi, rata-rata konsumsi energi, pengeluaran emisi dan pendapatan per kapita negara-negara berkembang pada umumnya berada di bawah negara-negara maju.
Lihat Juga :