Didampingi 2 Menteri, Direktur IMF Keliling Sarinah Lihat Relief hingga Pembuatan Batik
Minggu, 17 Juli 2022 - 22:02 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) dan Menparekraf Sandiaga Uno (kanan) mendampingi Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva saat berkunjung ke Sarinah, Minggu (17/7/2022). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pusat perbelanjaan Sarinah hari ini kedatangan tamu istimewa. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva menyambangi Sarinah dengan didampingi dua menteri.
Georgieva tiba di Sarinah pada Minggu (17/7/2022) sore dan langsung diajak Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno untuk berkeliling mengunjungi instalasi kain batik Garuda Nusantara sepanjang 74 meter di area lobi selatan.
Lalu, menyaksikan live demo Batik Motif Sekar Jagad oleh disabilitas, Sarinah Gallery atau Sarinah photo exhibition, Instalasi Dekonstruksi & Rekonstruksi “Gunungan Wayang” oleh Dudung Aliu Syahbana, Tur di Department Store, dan menyampaikan kesannya di relief peninggalan Presiden Pertama Indonesia Sukarno.
Erick Thohir mengatakan, kunjungan Georgieva memberikan citra positif bagi pembangunan dan perekonomian Indonesia.
"Ada tiga hal yang disampaikan, pertama, dia tidak yakin dan dia meyakinkan Indonesia tidak berada dalam jurang krisis seperti yang digembar-gemborkan," ujar Erick.
Georgieva tiba di Sarinah pada Minggu (17/7/2022) sore dan langsung diajak Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno untuk berkeliling mengunjungi instalasi kain batik Garuda Nusantara sepanjang 74 meter di area lobi selatan.
Lalu, menyaksikan live demo Batik Motif Sekar Jagad oleh disabilitas, Sarinah Gallery atau Sarinah photo exhibition, Instalasi Dekonstruksi & Rekonstruksi “Gunungan Wayang” oleh Dudung Aliu Syahbana, Tur di Department Store, dan menyampaikan kesannya di relief peninggalan Presiden Pertama Indonesia Sukarno.
Erick Thohir mengatakan, kunjungan Georgieva memberikan citra positif bagi pembangunan dan perekonomian Indonesia.
"Ada tiga hal yang disampaikan, pertama, dia tidak yakin dan dia meyakinkan Indonesia tidak berada dalam jurang krisis seperti yang digembar-gemborkan," ujar Erick.
Lihat Juga :