Ketakutan Eropa Jadi Nyata! Gazprom Umumkan Force Majeure Pasokan Gas
Senin, 18 Juli 2022 - 23:27 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum pengumuman ini, Eropa telah menyatakan kekhawatirannya bahwa Moskow akan menghentikan pasokan gas melalui pipa tersebut sebagai aksi balasan atas sanksi yang dijatuhkan Barat. Hal ini dipastikan meningkatkan krisis energi yang berisiko membuat kawasan Eropa mengalami resesi.
Gazprom telah memangkas kapasitas pipa Nord Stream 1 menjadi 40% pada 14 Juni lalu dengan alasan penundaan pemeliharaan akibat tertahannya turbin yang dibutuhkan pipa tersebut di Kanada.
Kanada pada akhirnya mengembalikan turbin tersebut melalui Jerman pada 17 Juli "setelah pekerjaan perbaikan selesai", seperti dilaporkan surat kabar Kommersant yang mengutip orang-orang yang mengetahui situasi tersebut. Laporan itu menyebutkan, asalkan tidak ada masalah dengan logistik dan bea cukai, dibutuhkan 5-7 hari lagi untuk turbin itu mencapai Rusia.
Baca Juga: Eropa Ketakutan Bila Putin Nekat Matikan Keran Pasokan Gas Rusia
Kementerian Ekonomi Jerman menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan rincian keberadaan turbin tersebut. Namun juru bicara kementerian mengatakan bahwa komponen itu adalah suku cadang pengganti yang dimaksudkan untuk digunakan mulai September, yang berarti ketidakhadirannya tidak bisa menjadi alasan untuk penurunan aliran gas sebelum pemeliharaan.
Gazprom telah memangkas kapasitas pipa Nord Stream 1 menjadi 40% pada 14 Juni lalu dengan alasan penundaan pemeliharaan akibat tertahannya turbin yang dibutuhkan pipa tersebut di Kanada.
Kanada pada akhirnya mengembalikan turbin tersebut melalui Jerman pada 17 Juli "setelah pekerjaan perbaikan selesai", seperti dilaporkan surat kabar Kommersant yang mengutip orang-orang yang mengetahui situasi tersebut. Laporan itu menyebutkan, asalkan tidak ada masalah dengan logistik dan bea cukai, dibutuhkan 5-7 hari lagi untuk turbin itu mencapai Rusia.
Baca Juga: Eropa Ketakutan Bila Putin Nekat Matikan Keran Pasokan Gas Rusia
Kementerian Ekonomi Jerman menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan rincian keberadaan turbin tersebut. Namun juru bicara kementerian mengatakan bahwa komponen itu adalah suku cadang pengganti yang dimaksudkan untuk digunakan mulai September, yang berarti ketidakhadirannya tidak bisa menjadi alasan untuk penurunan aliran gas sebelum pemeliharaan.
Lihat Juga :