Pandemi dan Perang Rusia-Ukraina Bisa Picu Krisis Ekonomi Global

Rabu, 20 Juli 2022 - 11:13 WIB
loading...
A A A
Sebenarnya lembaga keuangan dunia seperti IMF, Bank Dunia dan lain-lain sudah memprediksi Pandemi Covid 19 akan mempengaruhi kondisi ekonomi dunia. Tanda-tanda ke arah sana, bisa dilihat saat negara-negara dengan kekuatan ekonomi besar di dunia mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif. Bank Dunia (2020), sudah mengingatkan akan ada negara yang tak mampu membayar utangnya dalam 2-3 tahun ke depan.

Krisis ekonomi global makin diperparah oleh meletusnya perang Rusia-Ukraina. Selama ini dua negara Eropa ini menjadi produsen dan eksportir komoditas utama dunia. Mulai dari minyak dan gas, batubara, gandum hingga bahan baku pupuk. Perang yang berkecamuk antara Rusia-Ukraina ini mengganggu produksi dan distribusi komoditas utama yang dibutuhkan dunia.

Dampak perang di kedua negara tersebut sudah mulai dirasakan oleh para petani di Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Miswanti dan juga Roni Setiawan petani tanaman pangan (padi) Dari Desa Ngadirejo, Kecamatan Ermoko Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Di Bulan Juli ini, mereka sudah tidak bisa menebus pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah. Ini terjadi karena memang kurangnya pasokan bahan baku membuat pupuk tersendat.

Selisih harga pupuk bersubsidi dengan nonsubsidi di bsia mencapai tiga kali lipat. “Kami memohon dengan sangat kepada Kementrian Pertanian agar pasokan pupuk bersubsidi bisa ditambah kembali,” kata Miswati sambil memohon. Roni Setiawan menambahkan tanpa tambahan pupuk yang memadai sudah bisa diprediksi hasil panen akan merosot jauh baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Secara umum kondisi ekonomi Indonesia mamang masih tergolong kuat, bahkan boleh dikatakan salah satu yang terkuat di dunia. Buktinya, saat negara-negara lain mengalami lonjakan inflasi, di Indonesia inflasi masih terjaga. BPS mencatat pada Mei 2022 inflasi di Indonesia sebesar 0,40%. Bandingkan dengan inflasi di bulan yang sama di Amerika Serikat yang mencapai 8,6%, Thailand (7,1%), India (7%), Korea Selatan (5,4%) dan China (2,1%).

Meski kondisi ekonomi tergolong kuat, jika negara-negara lain terpuruk, dampaknya pasti akan dirasakan Indonesia. Untuk itulah dalam setiap kesempatan pemerintah terus mewanti-wanti agar semua pihak mewaspadai dan mencermati kondisi ekonomi global.

Sebagai news aggregator terbesar saat ini, News RCTI+ selalu menampilkan kondisi ekonomi teranyar di dalam negeri maupun global. Termasuk juga informasi pasang surut indeks pasar modal di Tanah Air maupun dunia secara berkala ditampilkan. Begitu pula dengan harga komoditas dunia seperti emas, gandum, batubara, minyak bumi dan lain-lain. Inflasi, pertumbuhan ekonomi dan indikator ekonomi lainnya dari berbagai negara menjadi salah satu berita utama yang disajikan setiap hari.

Informasi tersebut ditayangkan agar menjadi gambaran dan panduan bagi para pemangku kepentingan agar dapat membuat kebijakan yang tepat untuk menjaga kondisi ekonomi dalam negeri. Sekaligus juga sebagai masukan bagi masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi kondisi ekonomi dalam beberapa waktu ke depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang
Rekomendasi
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Tak Selalu Aman, Sendok...
Tak Selalu Aman, Sendok Kayu Juga Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Jamur
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved