Indofood Kembali Kucurkan Bantuan Dana Riset
Minggu, 28 Juni 2020 - 21:51 WIB
loading...
Program Indofood Riset Nugraha (IRN) tahun akademik 2020/2021 kembali dibuka bagi mahasiswa S1 tingkat akhir semua jurusan untuk memperoleh bantuan dana riset. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Program Indofood Riset Nugraha (IRN) tahun akademik 2020/2021 kembali dibuka bagi mahasiswa S1 tingkat akhir semua jurusan untuk memperoleh bantuan dana riset. Sesuai kondisi pandemi yang dihadapi saat ini, program IRN mengangkat tema "Milenial dan Penelitian Pangan Era Kenormalan Baru Menuju Indonesia Maju".
Sosialisasi program kepada para mahasiswa dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juni 2020 diikuti oleh lebih dari 2.000 mahasiswa secara daring melalui webinar dan live streaming di media sosial. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, mengakibatkan adanya perubahan kebiasaan di semua bidang, tidak terkecuali bagi mahasiswa.
Pemerintah mewajibkan perguruan tinggi di semua zona agar melakukan metode pembelajaran secara daring untuk mata kuliah teori. Sementara untuk mata kuliah praktik juga sedapat mungkin tetap dilakukan secara daring. Jika tidak memungkinkan, aktivitas seperti penelitian untuk skripsi di laboratorium, studio, bengkel dan lain-lain, boleh dilakukan di kampus dengan menjalankan protokol kesehatan dan kebijakan terkait.
“Kami terus berupaya mendukung agar mahasiswa S1 dapat menyelesaikan riset atau tugas akhirnya sebagai syarat kelulusan. Tetapi kami percaya, mahasiswa sebagai generasi milenial yang tanggap teknologi akan mampu beradaptasi dan melakukan berbagai penyesuaian di era kenormalan baru," ujar Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Axton Salim di Jakarta.
Sambung Axton menerangkan, Program IRN selain memberikan bantuan dana riset, mahasiswa juga akan mendapatkan bimbingan langsung dari Dewan Pakar IRN. Sehingga dengan perpaduan kreativitas milenial dan bimbingan dari para pakar, memungkinkan semakin banyak riset yang aplikatif, mudah dan menjadi solusi bagi masyarakat seperti untuk mengatasi pandemi COVID-19 ini.
(Baca Juga: WHO Optimis Ratusan Juta Vaksin Corona bisa Tersedia di Tahun ini )
Axton juga menyampaikan bahwa program IRN terus mendorong penelitian pangan berbasis pada kearifan lokal yang dimiliki Indonesia. “Pangan lokal Indonesia sangat beragam dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Disinilah diperlukan inovasi-inovasi dari berbagai sisi baik teknologi, nilai gizi, pengembangan sistem, kreativitas kemasan, marketing hingga sistem distribusinya. Pada akhirnya riset pangan yang unggul dapat mendukung kemandirian pangan nasional," paparnya.
Sosialisasi program kepada para mahasiswa dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juni 2020 diikuti oleh lebih dari 2.000 mahasiswa secara daring melalui webinar dan live streaming di media sosial. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, mengakibatkan adanya perubahan kebiasaan di semua bidang, tidak terkecuali bagi mahasiswa.
Pemerintah mewajibkan perguruan tinggi di semua zona agar melakukan metode pembelajaran secara daring untuk mata kuliah teori. Sementara untuk mata kuliah praktik juga sedapat mungkin tetap dilakukan secara daring. Jika tidak memungkinkan, aktivitas seperti penelitian untuk skripsi di laboratorium, studio, bengkel dan lain-lain, boleh dilakukan di kampus dengan menjalankan protokol kesehatan dan kebijakan terkait.
“Kami terus berupaya mendukung agar mahasiswa S1 dapat menyelesaikan riset atau tugas akhirnya sebagai syarat kelulusan. Tetapi kami percaya, mahasiswa sebagai generasi milenial yang tanggap teknologi akan mampu beradaptasi dan melakukan berbagai penyesuaian di era kenormalan baru," ujar Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Axton Salim di Jakarta.
Sambung Axton menerangkan, Program IRN selain memberikan bantuan dana riset, mahasiswa juga akan mendapatkan bimbingan langsung dari Dewan Pakar IRN. Sehingga dengan perpaduan kreativitas milenial dan bimbingan dari para pakar, memungkinkan semakin banyak riset yang aplikatif, mudah dan menjadi solusi bagi masyarakat seperti untuk mengatasi pandemi COVID-19 ini.
(Baca Juga: WHO Optimis Ratusan Juta Vaksin Corona bisa Tersedia di Tahun ini )
Axton juga menyampaikan bahwa program IRN terus mendorong penelitian pangan berbasis pada kearifan lokal yang dimiliki Indonesia. “Pangan lokal Indonesia sangat beragam dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Disinilah diperlukan inovasi-inovasi dari berbagai sisi baik teknologi, nilai gizi, pengembangan sistem, kreativitas kemasan, marketing hingga sistem distribusinya. Pada akhirnya riset pangan yang unggul dapat mendukung kemandirian pangan nasional," paparnya.
Lihat Juga :