Isu Reshuffle, Pengamat Sebut Ini Menteri Ekonomi yang Harus Diganti

Senin, 29 Juni 2020 - 11:57 WIB
loading...
Isu Reshuffle, Pengamat...
Presiden Joko Widodo. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram di hadapan para menteri dan pimpinan lembaga negara yang hadir dalam Sidang Kabinet Paripurna di akhir pekan lalu di Istana Negara. Dalam video berdurasi 10 menit 20 detik, Jokowi dengan beberapa kali bernada tinggi, mengkritik para anak buahnya yang dinilai tidak memiliki sense of crisis dan bekerja ala kadarnya.

Kritik Jokowi pun sontak membuat publik membacanya bahwa Kepala Negara akan melakukan reshuffle kabinet Indonesia Maju dalam waktu dekat.

Yang menjadi perhatian utama adalah perombakan menteri-menteri ekonomi, dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia terus melemah, apalagi ditambah pandemi Covid-19. Serapan anggaran di Kementerian juga rendah, ditambah stimulus ekonomi dan bantuan sosial untuk masyarakat yang kabarnya lebih banyak beredar di media massa ketimbang di dunia nyata.

Pengamat ekonomi Bhima Yudhistira menyusun beberapa pos menteri ekonomi yang berkinerja buruk, dan layak untuk dirotasi atau diganti. Menurutnya, menteri ekonomi yang layak direshuffle dimulai dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai dirijen utama stimulus ekonomi dianggap telah gagal menjalankan tugasnya. Baca: Reshuffle Kabinet Mencuat, IPW Sarankan Jokowi Ganti 11 Menteri Ini

Sementara masyarakat menunggu janji pemerintah mempercepat realisasi stimulus untuk dunia usaha dan UMKM. "Jelas ini sudah underperformance karena realisasi stimulus dunia usaha baru 6,8% dan khusus UMKM, 1% pun belum sampai," terang Bhima di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Menurutnya sebaiknya posisi menko yang strategis diisi dari kalangan profesional bukan ketua partai politik. Kinerja Menko Perekonomian, menurut dia, masih level standar karena belum mampu membuat birokrasi kementerian teknis di bawahnya bekerja ekstra. "Perlu sosok yang tegas agar eksekusi stimulus dipercepat," tambahnya.

Posisi Menteri Keuangan disebutnya juga belum mampu menjaga agar pembiayaan utang dikelola secara lebih pruden. Padahal rasio utang terus naik, di saat yang sama beban pembayaran bunga utang menggerus belanja. "Sebelum pandemi saja beban pembayaran bunga utang sudah tergerus 17% dari total belanja pemerintah," ujarnya.

Dia mengkritisi seharusnya pemerintah mencari sumber alternatif seperti pembubaran lembaga atau kementerian yang tidak produktif. Sebelum dilakukan penerbitan utang baru. "Realokasi anggaran di internal belum optimal tapi sudah buru buru tambah utang," katanya. Baca: Reshuffle Menteri Dinilai Pilihan Dilematis bagi Jokowi

Posisi Menteri ketenagakerjaan juga disebut cukup gagal dalam mengatasi lonjakan PHK. Bahkan penunjukan PMO kartu prakerja di bawah Kemenko Perekonomian menunjukkan peran menteri tenaga kerja sangat minor. "Untuk urusan teknis saja seperti tidak punya power," ujarnya.

Bahkan Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan juga sebaiknya dikenakan pergantian. Menurutnya situasi sudah genting sehingga seluruh tim ekonomi perlu diganti total. Tim ekonomi yang disusun sebelumnya bukan untuk mengantisipasi krisis seperti sekarang.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harta Kekayaan Hasan...
Harta Kekayaan Hasan Nasbi, Eks Kepala PCO yang Sekarang Jadi Komisaris Pertamina
Dicopot dari PCO, Hasan...
Dicopot dari PCO, Hasan Nasbi dapat Komisaris Pertamina
Erick Thohir Jadi Menpora,...
Erick Thohir Jadi Menpora, Pemerintah Buka Peluang Kementerian BUMN Dilebur ke Danantara
IHSG Tembus Rekor Tertinggi...
IHSG Tembus Rekor Tertinggi 8.025 di Tengah Reshuffle Kabinet
Harta Kekayaan Puteri...
Harta Kekayaan Puteri Komarudin yang Santer Dikabarkan Jadi Menpora Baru
Lagu Bahasa Kalbu Mengiringi...
Lagu Bahasa Kalbu Mengiringi Kepergian Sri Mulyani dari Kementerian Keuangan
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Rekomendasi
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
10 Pesepak Bola Terkaya...
10 Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved