Petrokimia Gresik Perkenalkan Produk Baru untuk Dongkrak Produktivitas Padi di Luwu
Kamis, 04 Agustus 2022 - 14:43 WIB
loading...
Bupati Luwu Basmin Mattayang dan Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih pada acara pemupukan perdana pada lahan demplot tanaman padi di Kabupaten Luwu. Foto/Istimewa
A
A
A
LUWU - Petrokimia Gresik menggelar pemupukan perdana menggunakan dua produk baru yakni Petro ZA Plus dan Phosgreen yang baru saja diluncurkan akhir Juli 2022 pada lahan demonstration plot (demplot) tanaman padi di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (3/7) kemarin.
Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih, menyampaikan bahwa Kabupaten Luwu dipilih karena masuk dalam lima besar sentra penghasil padi di Sulawesi Selatan setelah Bone, Wajo, Pinrang dan Sidrap. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, pada tahun 2021 produksi padi di Kabupaten Luwu mencapai 286.010 ton.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Akan Bangun Pabrik Soda Ash
“Melalui demplot ini kami melibatkan 100 petani, dengan harapan produk baru Petrokimia Gresik ini mampu mendongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Luwu,” ujar Digna.
Selain di Luwu, uji coba penggunaan pupuk Petro ZA Plus dan Phosgreen sebelumnya juga telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik dan berbagai titik yang tersebar di Indonesia. Diharapkan, produk ini dapat segera beredar di pasaran pada bulan Agustus-September tahun ini sebagai alternatif substitusi dari produk ZA dan SP-36 yang sudah tidak lagi disubsidi oleh pemerintah sesuai Peraturan Menteri Pertanian No. 10 Tahun 2022.
Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih, menyampaikan bahwa Kabupaten Luwu dipilih karena masuk dalam lima besar sentra penghasil padi di Sulawesi Selatan setelah Bone, Wajo, Pinrang dan Sidrap. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, pada tahun 2021 produksi padi di Kabupaten Luwu mencapai 286.010 ton.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Akan Bangun Pabrik Soda Ash
“Melalui demplot ini kami melibatkan 100 petani, dengan harapan produk baru Petrokimia Gresik ini mampu mendongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Luwu,” ujar Digna.
Selain di Luwu, uji coba penggunaan pupuk Petro ZA Plus dan Phosgreen sebelumnya juga telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik dan berbagai titik yang tersebar di Indonesia. Diharapkan, produk ini dapat segera beredar di pasaran pada bulan Agustus-September tahun ini sebagai alternatif substitusi dari produk ZA dan SP-36 yang sudah tidak lagi disubsidi oleh pemerintah sesuai Peraturan Menteri Pertanian No. 10 Tahun 2022.
Lihat Juga :