Ekonomi Tumbuh 5,44%, Indonesia Tak Masuk Jurang Resesi

Rabu, 10 Agustus 2022 - 18:45 WIB
loading...
Ekonomi Tumbuh 5,44%,...
Indonesia belum masuk ke dalam jurang resesi ekonomi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Melihat pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 5,44%, Indonesia disebut belum dikategorikan masuk resesi ekonomi . Selain itu, indikator ekonomi lainnya juga masih lebih baik dibanding sejumlah krisis yang pernah terjadi.

Baca juga: Wamendag Sebut Perdagangan Rakyat Jadi Indikator Nyata Pertumbuhan

"Beberapa indikator ketahanan ekonomi Indonesia jauh lebih baik dari krisis subprime 2008 dan taper tantrum 2013, misalnya cadangan devisa cukup gemuk, yakni USD132,2 miliar per akhir Juli 2022," ungkap ekonom sekaligus Direktur CELIOS Bhima Yudhistira kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Ketahanan eksternal ditopang oleh windfall harga komoditas yang membantu rupiah tidak terkoreksi sedalam negara peers (sebanding). Tapi, dia mencatat indikator ketahanan tadi bisa dalam waktu cepat berubah, contohnya ketergantungan terhadap harga komoditas tentu cukup berisiko.

"Sekarang harga CPO di pasar internasional anjlok 8,68% dalam setahun terakhir menjadi 3.899 RM/ton (data per 5 Agustus 2022), kemudian nikel juga mulai alami terkoreksi dalam sebulan terakhir 1,97%. Artinya, menggantungkan ketahanan eksternal dengan fluktuasi harga komoditas sama dengan naik roller coaster tanpa sabuk pengaman," tambah Bhima.

Sekali harga komoditas anjlok, hilang pendapatan, devisa dan pertahanan ekonomi langsung melemah. "Sudah terlihat petani sawit sampai jual TBS-nya ke Malaysia karena harga di dalam negeri anjlok. Bagi pekerja tentu imbasnya biaya hidup semakin mahal, sementara upah hanya naik rata-rata 1%, mau cicilan motor dan rumah juga semakin mahal karena suku bunga otomatis naik," ucapnya.

Selain itu, banyak tekanan yang disebut sebagai cost of living crisis atau krisis biaya hidup. Dalam jangka panjang, pekerja rentan bisa jatuh ke bawah garis kemiskinan meskipun seolah tetap aktif bekerja.

"Soal pangan Indonesia sebenarnya juga rapuh menurut data Global Food Security Index 2021, Indonesia berada di posisi 69 dunia tertinggal dibanding negara tetangga ASEAN seperti Thailand, Vietnam dan Malaysia. Ada masalah serius soal keterjangkauan pangan bagi kelompok rentan," katanya.

Yang harus diantisipasi dari efek resesi global, sambung Bhima, adalah pelemahan nilai tukar rupiah, perlu direspons dengan kenaikan suku bunga acuan hingga 100 basis poin sampai akhir tahun. Bauran kebijakan moneter dan fiskal sangat mendesak dilakukan, Bank Indonesia (BI) bisa dorong pengusaha ekspor lakukan konversi DHE ke rupiah dan gunakan local currency settlement untuk lakukan ekspor. Kemudian disarankan melakukan stress test secara berkala terhadap lembaga pembiayaan, asuransi, dan bank dalam konteks tekanan capital outflow dan tekanan likuiditas cukup ekstrem.

Baca juga: Dibuka Besok, Ini 10 Mobil Baru di GIIAS 2022 yang Harus Anda Cermati

"Pemerintah tentunya harus jaga harga energi, daya beli masyarakat dan tetap memberikan perlindungan sosial sama besarnya dengan masa pandemi," pungkas Bhima.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rekomendasi
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Road to Kilau Raya Mojokerto...
Road to Kilau Raya Mojokerto : MNCTV Hadir Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108
Berita Terkini
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved