Pertumbuhan Ekonomi yang Impresif dan Kepemimpinan RI di Presidensi G20 jadi Perhatian Dunia
Rabu, 10 Agustus 2022 - 19:33 WIB
loading...
A
A
A
Presidensi G20 Indonesia akan menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan resmi KTT G20. Keunggulan sumber daya alam menjadikan Indonesia sebagai negara produsen yang tepat untuk EV.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan nikel (sekitar 23% dari dunia) dan cobalt yang merupakan bahan baku utama pembuatan baterai. Oleh karena itu, produsen EV dapat memproduksi kendaraan EV yang terjangkau di Indonesia, di mana kurang lebih 30%-35% harga EV adalah untuk komponen baterai.
Dengan kepemilikan sumber daya alam dan kemampuan sumber daya manusia, Indonesia diprediksi dapat menjadi EV Battery Production Hub di ASEAN pada tahun 2026 dan menjadi pemain utama di tingkat global pada tahun berikutnya.
Turut hadir dalam acara ini Menteri Perindustrian, Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Staf Khusus Menteri Perhubungan Indonesia, Deputi Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian.
Hadir pula Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, dan Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan nikel (sekitar 23% dari dunia) dan cobalt yang merupakan bahan baku utama pembuatan baterai. Oleh karena itu, produsen EV dapat memproduksi kendaraan EV yang terjangkau di Indonesia, di mana kurang lebih 30%-35% harga EV adalah untuk komponen baterai.
Dengan kepemilikan sumber daya alam dan kemampuan sumber daya manusia, Indonesia diprediksi dapat menjadi EV Battery Production Hub di ASEAN pada tahun 2026 dan menjadi pemain utama di tingkat global pada tahun berikutnya.
Turut hadir dalam acara ini Menteri Perindustrian, Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Staf Khusus Menteri Perhubungan Indonesia, Deputi Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian.
Hadir pula Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, dan Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.
(ind)
Lihat Juga :