Kemenkop Bikin Kolaborasi untuk Bantu Warung Tradisional
Senin, 29 Juni 2020 - 22:05 WIB
loading...
A
A
A
Teten melanjutkan, berdasarkan data yang dikumpulkan dari Call Center Kemenkop UKM terdapat 236.980 UMKM terdampak. Permasalahan utama yang dihadapi adalah penjualan atau permintaan menurun, permodalan dan distribusi terhambat, dan sulitnya bahan baku, di mana pedagang eceran merupakan sektor terdampak terbesar kedua sebesar 25,33%.
"Dengan kolaborasi ini diharapkan dapat membangkitkan semangat serta mengembalikan kekuatan pelaku usaha toko atau warung di Tanah Air sebagai tulang punggung perekonomian rakyat," jelasnya.
Managing Director QASA, Joko Wiyono, mengatakan sebagai bentuk kolaborasi, pihaknya akan membentuk peta jalan untuk pengembangan konsorsium sosial gerakan ini. Pada tahap awal akan menjangkau lebih dari 500.000 toko tradisional di Indonesia terkait persiapan menghadapi periode kehidupan normal baru.
Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo, menambahkan, sebagai langkah awal Gerakan Toko Bersama akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pemilik toko mengenai standar operasional toko yang bersih, sehat dan aman dalam rangka persiapan kehidupan normal baru melalui distribusi e-book, video yang bisa disebarkan secara gratis.
"Pada tahap berikutnya, Gerakan Toko Bersama akan dilanjutkan dengan implementasi dan aktivasi standar operasional di toko tradisional dan kolaboratif program lainnya dalam mempercepat reaktivasi dan pemulihan UMKM," tandasnya.
"Dengan kolaborasi ini diharapkan dapat membangkitkan semangat serta mengembalikan kekuatan pelaku usaha toko atau warung di Tanah Air sebagai tulang punggung perekonomian rakyat," jelasnya.
Managing Director QASA, Joko Wiyono, mengatakan sebagai bentuk kolaborasi, pihaknya akan membentuk peta jalan untuk pengembangan konsorsium sosial gerakan ini. Pada tahap awal akan menjangkau lebih dari 500.000 toko tradisional di Indonesia terkait persiapan menghadapi periode kehidupan normal baru.
Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo, menambahkan, sebagai langkah awal Gerakan Toko Bersama akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pemilik toko mengenai standar operasional toko yang bersih, sehat dan aman dalam rangka persiapan kehidupan normal baru melalui distribusi e-book, video yang bisa disebarkan secara gratis.
"Pada tahap berikutnya, Gerakan Toko Bersama akan dilanjutkan dengan implementasi dan aktivasi standar operasional di toko tradisional dan kolaboratif program lainnya dalam mempercepat reaktivasi dan pemulihan UMKM," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :