Penggunaan BBG Bagi Transportasi Darat Bisa Menekan Biaya Logistik
Kamis, 11 Agustus 2022 - 19:33 WIB
loading...
A
A
A
“Berkaca pada data penggunaan dual fuel BBM - BBG pada kendaraan truk dan kendaran penumpang seperti yang sudah ada terbukti bisa menghemat biaya sampai 30%, jika penghematan ini bisa dinikmati oleh angkutan logistik dan kendaraan penumpang lainnya, tentu akan sangat menguntungkan perekonomian. Dengan harga BBM yang tinggi dan beban pemerintah saat ini, kita butuh action segera,” tegasnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, moda transportasi jalan berkontribusi terhadap PDB subsektor transportasi sebesar 69,38 persen, moda transportasi laut 8,71%dan moda transportasi rel 1,38%.
“Ada jutaan truk pengangkut barang yang beroperasi di Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Jika truk-truk ini bisa beralih ke BBG, tentu penghematan biaya energinya akan sangat besar. Apalagi ketersediaan gas bumi di dalam negeri masih sangat besar dibandingkan BBM yang harus diimpor,” imbuh Dian.
Baca Juga: Biaya Logistik RI Masih Tinggi, Kok Bisa?
Lebih lanjut Dian mengatakan, di tengah berkembangnya kendaraan listrik, pemerintah sebaiknya juga tetap memperhatikan berkembangnya moda trasportasi berbasis BBG. Misalnya, pemerintah mendorong industri otomotif agar memproduksi kendaraan transportasi umum dan logistik menggunakan BBG.
“Apa yang terjadi hari ini ketika harga BBM merangkak naik dan kekhawatiran biaya logistik dan distribusi akan semakin mahal, maka dengan memperbanyak produksi kendaraan berbasis BBG, tentunya ekosistemnya akan tercipta dan hal itu juga akan mengurangi konsumsi BBM yang pasokannya tergantung impor. Hal ini akan sangat membantu penghematan dan beban APBN,” katanya.
Pemerintah agar dapat mendorong industri otomotive dapat memproduksi kendaraan BBG setiap 20% setiap tahunnya. Terutama pada kendaraan penumpang pribadi dan public transport (angkot) dan logistic , karena saat ini dengan tingginya harga bahan bakar minyak membuat naiknya jasa logistic dan distribusi. Dengan ada pertumbuhan jumlah unit kendaraan BBG maka berdampak pada tumbuhnya bengkel after sales service.
Meskipun saat ini sedang gencar trend kendaraan listrik, tidak ada salahnya melihat kembali BBG sebagai produk dalam negeri yang dapat menjadi solusi paling cepat untuk mengurangi beban biaya transportasi logistik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, moda transportasi jalan berkontribusi terhadap PDB subsektor transportasi sebesar 69,38 persen, moda transportasi laut 8,71%dan moda transportasi rel 1,38%.
“Ada jutaan truk pengangkut barang yang beroperasi di Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Jika truk-truk ini bisa beralih ke BBG, tentu penghematan biaya energinya akan sangat besar. Apalagi ketersediaan gas bumi di dalam negeri masih sangat besar dibandingkan BBM yang harus diimpor,” imbuh Dian.
Baca Juga: Biaya Logistik RI Masih Tinggi, Kok Bisa?
Lebih lanjut Dian mengatakan, di tengah berkembangnya kendaraan listrik, pemerintah sebaiknya juga tetap memperhatikan berkembangnya moda trasportasi berbasis BBG. Misalnya, pemerintah mendorong industri otomotif agar memproduksi kendaraan transportasi umum dan logistik menggunakan BBG.
“Apa yang terjadi hari ini ketika harga BBM merangkak naik dan kekhawatiran biaya logistik dan distribusi akan semakin mahal, maka dengan memperbanyak produksi kendaraan berbasis BBG, tentunya ekosistemnya akan tercipta dan hal itu juga akan mengurangi konsumsi BBM yang pasokannya tergantung impor. Hal ini akan sangat membantu penghematan dan beban APBN,” katanya.
Pemerintah agar dapat mendorong industri otomotive dapat memproduksi kendaraan BBG setiap 20% setiap tahunnya. Terutama pada kendaraan penumpang pribadi dan public transport (angkot) dan logistic , karena saat ini dengan tingginya harga bahan bakar minyak membuat naiknya jasa logistic dan distribusi. Dengan ada pertumbuhan jumlah unit kendaraan BBG maka berdampak pada tumbuhnya bengkel after sales service.
Meskipun saat ini sedang gencar trend kendaraan listrik, tidak ada salahnya melihat kembali BBG sebagai produk dalam negeri yang dapat menjadi solusi paling cepat untuk mengurangi beban biaya transportasi logistik.
Lihat Juga :