Sri Mulyani: Investor Bukan Cuma yang Punya Duit Miliaran, Rp500 Ribu Juga Penting
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini dilakukan dalam rangka melakukan penetrasi yang semakin dalam dan luas bagi para investor di Indonesia, terutama di level retail. Dengan demikian, para investor di Indonesia, baik yang ukuran dananya miliaran atau bahkan ukuran dananya kecil, mereka adalah investor yang penting.
"Ini yang saya sebut investor bukan hanya yang duitnya miliaran aja ya, tapi juga para investor dengan ukuran dana kecil. Dia yang bisa investasi Rp1 juta atau bahkan Rp500 ribu hingga puluhan juta, dia juga merupakan investor retail penting di Indonesia," ucap Mantan Direktur Bank Dunia itu.
Baca Juga: Wah Ternyata, Sri Mulyani 'Punya Banyak Utang' ke Emak-Emak
"Segmen yang kita juga terus tingkatkan dan ekspansi adalah segmen investor dari kaum atau generasi milenial dan kelompok perempuan. Ini adalah potensi dari investor retail yang sangat besar," tegas Sri.
Ini juga dinilainya sangat sesuai dengan program pemerintah untuk terus meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Berdasarkan survei, tahun 2021 inklusi keuangan di Indonesia adalah pada level 83,6%, ini naik 2,2% dari tahun 2020. Pemerintah menargetkan pada tahun 2024, indikator inklusi keuangan kita mencapai 90%. Dan untuk itu, pemerintah menggunakan instrumen-instrumen fiskal untuk semakin meningkatkan inklusi keuangan.
"Mereka yang tadinya tidak memiliki bank account (rekening bank), atau bahkan tidak mengenal lembaga keuangan, mereka menjadi mengenal dan bahkan memiliki rekening. Itu yang dilakukan pemerintah melalui program-program seperti pemberian pembiayaan Ultra Mikro, pinjaman pada level dibawah Rp5 juta, Rp2,5 juta sampai Rp10 juta dengan biaya investasi dari pemerintah dalam bentuk dana bergulir dan suku bunga yang disubsidi," terang Sri.
"Ini yang saya sebut investor bukan hanya yang duitnya miliaran aja ya, tapi juga para investor dengan ukuran dana kecil. Dia yang bisa investasi Rp1 juta atau bahkan Rp500 ribu hingga puluhan juta, dia juga merupakan investor retail penting di Indonesia," ucap Mantan Direktur Bank Dunia itu.
Baca Juga: Wah Ternyata, Sri Mulyani 'Punya Banyak Utang' ke Emak-Emak
"Segmen yang kita juga terus tingkatkan dan ekspansi adalah segmen investor dari kaum atau generasi milenial dan kelompok perempuan. Ini adalah potensi dari investor retail yang sangat besar," tegas Sri.
Ini juga dinilainya sangat sesuai dengan program pemerintah untuk terus meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Berdasarkan survei, tahun 2021 inklusi keuangan di Indonesia adalah pada level 83,6%, ini naik 2,2% dari tahun 2020. Pemerintah menargetkan pada tahun 2024, indikator inklusi keuangan kita mencapai 90%. Dan untuk itu, pemerintah menggunakan instrumen-instrumen fiskal untuk semakin meningkatkan inklusi keuangan.
"Mereka yang tadinya tidak memiliki bank account (rekening bank), atau bahkan tidak mengenal lembaga keuangan, mereka menjadi mengenal dan bahkan memiliki rekening. Itu yang dilakukan pemerintah melalui program-program seperti pemberian pembiayaan Ultra Mikro, pinjaman pada level dibawah Rp5 juta, Rp2,5 juta sampai Rp10 juta dengan biaya investasi dari pemerintah dalam bentuk dana bergulir dan suku bunga yang disubsidi," terang Sri.
Lihat Juga :